Logo Baru April

Jenis Jenis Data Penelitian dan Statistik untuk Skripsi

jenis data penelitian
toko buku kuliah
Bagikan

Jenis data penelitian secara statistik untuk skripsi itu banyak sekali yang bisa digunakan. Nah, berikut ini akan dijelaskan jenis dan contoh masing-masing data penelitian yang dapat digunakan untuk skripsi, penelitian, paper dan lain sebagainya.

Jenis-jenis data dalam penelitian memang ada banyak. Karena banyaknya jenis data inilah banyak mahasiswa akhir semester yang merasa takut sebelum mulai mengerjakan skripsi. Banyak yang beranggapan bahwa mengerjakan skripsi itu sulit. 

Apalagi saat menentukan jenis-jenis data dalam kerangka kerja dan penelitian. Pertanyaannya adalah, apakah benar demikian? Atau hanya anggapan yang terbangun di dalam otak kita? Nah, ternyata itu hanya rasa ketakutan yang dibangun pada diri sendiri. 

Mengerjakan skripsi itu mudah, asalkan kamu memahami jenis-jenis data statistik. Nah, berbicara tentang data statistik, berikut ada beberapa jenis data yang wajib kamu pahami, sebelum praktik langsung. Penasaran? Langsung simak ulasan berikut ini. 

Apa itu Data Statistik?

Data statistik adalah dapat diartikan sebagai bagian data tunggal, data yang memiliki pesan informasi yang faktual, yang terekam untuk tujuan analisis. Maksudnya data statistik adalah, data yang dapat dijadikan sumber informasi. Dimana data ini berasal dari hasil penyajian, interpretasi dan hasil analisis data. 

Kehadiran data statis tidak hanya dikuasai, tetapi juga harus di pahami. Dimana data statistik merupakan informasi faktual yang direkam untuk membantu peneliti dalam melakukan proses analisis, yaitu proses interpretasi dan penyajian.

Jenis-Jenis Data

Berbicara tentang jenis-jenis data statistik, sebenarnya ada banyak jenis data berdasarkan sifat dan hasil pengukuran. Langsung saja intip contohnya berikut ini. 

1. Data Statistik Berdasarkan Sifatnya 

Data statistik didasarkan pada sifatnya ada data kualitatif dan data kuantitatif. 

a. Data kuantitatif 

Adapun yang termasuk ke dalam data kuantitatif yang sering digunakan dalam penelitian, yaitu data diskrit dan data kontinu. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, kita simak ulasan berikut. 

  • Data diskrit 

Data diskrit adalah data berupa angka yang menampilkan dalam hitungan bilangan bulat. Data diskrit juga bisa berupa sejumlah nilai ataupun angka yang sifatnya terbatas dan tidak dapat dipecahkan. Artinya angka yang keluar tidak boleh dalam bentuk pecahan dan hanya mengeluarkan pecahan bulan yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Contoh Data Diskrit 

  1. Di rs sardjito semenjak covid-19 jumlah pasien yang masuk setiap harinya bisa mencapai 92 pasien. 

(dari contoh di atas, pasien di rumah sakit tidak bisa dihitung dalam bentuk pecahan atau potongan, karena yang dihitung adalah per kepala. Artinya, satu orang dihitung satu kepala). 

  1. Rudi membawa 30 kelereng di dalam tas kesayangannya. Setiap pulang rudi menghitung kembali. Memastikan tidak ada kelereng yang hilang.
  • Data Kontinu 

Sementara yang dimaksud dengan data kontinu adalah data statistik yang mengambil nilai dengan cara menentukan batas tertentu. Ada dua bentuk data kontinu, yaitu data yang yang memiliki nilai kemungkinan yang tidak terbatas, dan data yang dapat dipilih berdasarkan rentang waktu tertentu. 

Contoh Data Kontinu 

Sebuah peristiwa yang menunjukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya dalam satuan “tahun”, “hari” atau bulan.

b. Data Kualitatif 

Data Kualitatif adalah data yang tidak bersifat numerik atau angka. Data kualitatif termasuk data statistik yang bersifat deskriptif. Bukan berarti di dalam penelitian kualitatif tidak ada angka sama sekali, tetap ada angka. Hanya saja sifat angka tersebut tidak memiliki arti matematik seperti halnya kuantitatif. 

Jenis data kualitatif yang sering digunakan dalam penelitian ada data nominal dan data ordinal (ulasan lengkap ada di sub bab di bawah)

2. Didasarkan Pada Hasil Pengukuran 

Data statistik didasarkan pada hasil pengukuran, ada empat jenis data penelitian atau statistik, yaitu data interval, data rasio, data ordinal dan data nominal. 

a. Data Interval 

Data Interval adalah data statistik yang diperoleh dari hasil skala pengukuran. Data interval ternyata termasuk ke dalam data data kontinu. Secara perhitungan, data interval dapat ditambahkan ataupun dikurangi, namun tidak dapat dikalikan, dibagi ataupun dihitung rasionya, karena tidak memiliki nilai “0” yang benar. 

Daftar Open Reseller

Jenis data interval salah satu data yang banyak digunakan untuk penelitian inferensial ataupun statistik deskriptif. 

Ciri Data Interval 

  • Tidak memiliki kategorisasi ataupun kode
  • Dapat dilakukan operasi matematika seperti perkalian pembagian pengurangan ataupun penambahan.

b. Data Rasio 

Data Rasio memiliki nilai yang hampir sama dengan nilai interval. Jika data interval tidak memiliki “0” yang benar, maka pada data rasio memiliki nilai “0” mutlak. 

Ciri Data Rasio 

  • Tidak memiliki pengkategorisasian ataupun pemberian kode 
  • Dapat dilakukan operasi matematika, mulai dari penambahan dan pengurangan.

c. Data Ordinal 

Adapun yang disebut dengan data ordinal, atau data yang yang sering digunakan untuk data kualitatif. Dari segi penyajian, data ordinal banyak digunakan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang, dan sering ditafsirkan menggunakan banyak alat visualisasi. 

Dalam data ordinal, penyajian data dapat dituliskan dalam banyak bentuk. Bisa ditulis dalam bentuk persentil, rentang interkuartil untuk meringkas data, dan ada juga yang menggunakan median dan mode. 

Ebook Panduan Jadi Reseller

Ciri Data Ordinal 

Data tidak memiliki posisi yang sama. Contoh kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Toko A. Respons pelanggan ada dua pilihan yaitu puas atau tidak puas. Jika dalam skala angka, Hanya disuruh memilih angka 5 (rasa puas) atau memilih angka 1 (tidak puas). 

Tidak bisa dilakukan operasi matematika seperti penambahan dan pengurangan.

d. Data Nominal 

Berbeda lagi dengan data nominal. Data nominal adalah data yang sering digunakan untuk menghitung hasil statistik kualitatif. Data nominal digunakan untuk membantu dalam memberikan label pada variabel tanpa memberikan nilai numerik. Dimana numerik dapat diganti dengan huruf, simbol, jenis kelamin atau menggunakan kata lain.

Ciri-Ciri Data Nominal 

  • Memiliki posisi data yang setara, yang mana tidak ada yang lebih rendah ataupun yang lebih tinggi. 
  • Tidak bisa dilakukan operasi matematika seperti pengurangan, penambahan, pembagian ataupun dalam bentuk perkalian. 

Manfaat Memahami Jenis Data

Setelah mengetahui jenis-jenis data, mungkin ada diantara kalian yang bertanya. Apa sih manfaatnya? Berikut beberapa manfaat yang sebenarnya sangat penting bagi peneliti pahami. 

1. Bank Data 

Menguasai data statistika dapat dijadikan sebagai bank data. Kapanpun kamu mau mengakses, dan mengelola, kamu bisa tinggal mengambil dan mengolah data tersebut. 

2. Sebagai Quality Control 

Sudah pasti, menguasai jenis-jenis data statis akan memudahkan kamu dalam melakukan kontrol kualitas penelitian. Setidaknya kamu bisa mengetahui apakah variabel yang diangkat sudah berfungsi, apakah sudah efektif atau tidak efektif sama sekali. Jika memahami dengan baik data statistik, akan mudah untuk melakukan revisi ataupun melakukan otak-atiknya, berlaku sebaliknya. 

3. Problem Solving 

Sudah pasti berfungsi untuk membantu memecahkan permasalahan yang sedang atau akan diangkat di dalam penelitian tersebut.

Itulah beberapa manfaat memahami jenis-jenis data statistik. Meskipun terkesan sepele, ternyata memiliki banyak sekali manfaat. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. (Irukawa Elisa)

Baca juga artikel penunjang penelitianmu

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

Baca Juga :