Hidup karena Alasan, Hidup dengan Tujuan

Kita mungkin berpikir mengapa begitu banyak orang tidak mampu menemukan kebahagiaan dan kehidupan yang bermakna? Perlu diketahui bahwa hambatan terbesar yang menjauhkan dari hidup yang bermakna adalah kurangnya dorongan atau motivasi diri. Jika ingin hidup kita bermakna, maka mulailah dari diri sendiri. Kita bertambah tua setiap hari. Karena itu, saat ini juga seharusnya kita mulai lakukan yang terbaik dalam hidup. Awal dari menjalani hidup yang lebih bermakna adalah menyadari bahwa manusia diciptakan karena suatu alasan. Kita semua memiliki tujuan berada “di sini”. Dunia memiliki skema dan kita semua dibutuhkan untuk membuat dunia itu ada. Tidak ada orang yang hidupnya tak berarti karena kita hidup untuk suatu alasan. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu diambil adalah menemukan apa yang sebenarnya kita inginkan. Sebaiknya kita tidak terlalu mengkhawatirkan pikiran orang lain karena dapat menghalangi kita menjadi apapun yang kita inginkan. Dengan menjadi diri sendiri, hidup menjadi lebih berarti. Hidup menjadi lebih bermakna jika kita dapat memahami dunia. Orang-orang yang kita temui dalam berbagai situasi adalah simbol-simbol yang membantu kita memahami dunia. Kita dapat memahami dunia dengan membiarkan hidup yang mengajari kita. Hal tersebut dikarenakan alam semesta (dunia) punya logika dan tatanan. Hidup bukan hanya kejadian acak tanpa makna. Sang pencipta mengajari kita melalui semua pengalaman hidup tersebut. Akan tetapi, kita lebih banyak membuang waktu dan energi dengan berharap menjadi orang lain atau berada dalam situasi lain. Padahal, kitalah yang menentukan apa yang akan terjadi pada diri kita, dalam diri kita. Kita perlu menjadi diri sendiri. Lihatlah nilai kita tanpa membiarkan orang lain membuat kita merasa kurang. Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari dan kita hidup di dunia hanya sekali. Hidup adalah perjuangan, namun bukan tentang mencapai titik tertentu atau memperoleh sesuatu. Hidup adalah perjuangan memahami diri sendiri. “Jika kita tidak bahagia, kita tidak melawan hidup, tetapi melawan diri sendiri. Jika kita membidik kesuksesan, kita akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan hidup.” Sumber: Aaron Lumpkin, You Can Change Your Life: Aim For Succes
toko buku kuliah

Kita mungkin berpikir mengapa begitu banyak orang tidak mampu menemukan kebahagiaan dan kehidupan yang bermakna? Perlu diketahui bahwa hambatan terbesar yang menjauhkan dari hidup yang bermakna adalah kurangnya dorongan atau motivasi diri. Jika ingin hidup kita bermakna, maka mulailah dari diri sendiri. Kita bertambah tua setiap hari. Karena itu, saat ini juga seharusnya kita mulai lakukan yang terbaik dalam hidup.

Awal dari menjalani hidup yang lebih bermakna adalah menyadari bahwa manusia diciptakan karena suatu alasan. Kita semua memiliki tujuan berada “di sini”. Dunia memiliki skema dan kita semua dibutuhkan untuk membuat dunia itu ada.  Tidak ada orang yang hidupnya tak berarti karena kita hidup untuk suatu alasan. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu diambil adalah menemukan apa yang sebenarnya kita inginkan. Sebaiknya kita tidak terlalu mengkhawatirkan pikiran orang lain karena dapat menghalangi kita menjadi apapun yang kita inginkan. Dengan menjadi diri sendiri, hidup menjadi lebih berarti.

Hidup menjadi lebih bermakna jika kita dapat memahami dunia. Orang-orang yang kita temui dalam berbagai situasi adalah simbol-simbol yang membantu kita memahami dunia. Kita dapat memahami dunia dengan membiarkan hidup yang mengajari kita. Hal tersebut dikarenakan alam semesta (dunia) punya logika dan tatanan. Hidup bukan hanya kejadian acak tanpa makna. Sang pencipta mengajari kita melalui semua pengalaman hidup tersebut. Akan tetapi, kita lebih banyak membuang waktu dan energi dengan berharap menjadi orang lain atau berada dalam situasi lain. Padahal, kitalah yang menentukan apa yang akan terjadi pada diri kita, dalam diri kita. Kita perlu menjadi diri sendiri. Lihatlah nilai kita tanpa membiarkan orang lain membuat kita merasa kurang.

Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari dan kita hidup di dunia hanya sekali. Hidup adalah perjuangan, namun bukan tentang mencapai titik tertentu atau memperoleh sesuatu. Hidup adalah perjuangan memahami diri sendiri. “Jika kita tidak bahagia, kita tidak melawan hidup, tetapi melawan diri sendiri. Jika kita membidik kesuksesan, kita akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan hidup.”

 

Sumber: Aaron Lumpkin, You Can Change Your Life: Aim For Success

Oleh : Dyah Wuri Handayani

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang