VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Hal Yang Tidak Perlu Dibahas Dalam Meresensi Buku Cerita

hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita
toko buku kuliah

Hal Yang Tidak Perlu Dibahas Dalam Meresensi Buku Cerita – Hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita adalah beberapa penjelasan yang akan saya bahas.

Bagi peresensi pemula, pasti banyak hal yang belum diketahui, dan itu sering dilanggar, padahal pelanggaran tersebut dalam dunia peredaksian harus dihindari. Apa sih hal-hal yang tidak perlu dibahas? Langsung saja simak ulasannya berikut. 

Hal Yang Tidak Perlu Dibahas Dalam Meresensi Buku Cerita

1. Menggolongkan Menjadi Beberapa Bab 

Hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita adalah tidak perlu menggolongkan menjadi beberapa bab. Jadi kamu cukup mereview buku yang kamu baca tanpa mengelompokan menjadi beberapa bab. 

Kenapa tidak perlu menggolongkan menjadi beberapa bab? Pada dasarnya meresensi buku tidak terlalu panjang. cukup 1-2 halaman saja sudah cukup. Padahal ketika menggolongkan menjadi beberapa bab, maka jatuh resensinya akan menjadi lebih panjang. 

2. Penulisan Judul 

Hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita adalah tentang penulisan judul. Ingat, judul buku yang diresensi dengan judul karya resensi kamu itu dua hal yang berbeda. cara yang tepat saat meresensi, membuat judul sendiri. Hindari penulisan judul yang sama dengan judul buku. 

Jika harus terpaksa menggunakan judul dari buku yang diresensi, pastikan buku tersebut sudah mendapatkan imbuhan kata atau akhiran kata dari peresensi, agar ada perbedaan antara judul buku dan judul resensi yang kamu tuliskan. 

3. Menunjuk Bagian Yang Diulas

Kesalahan umum saat meresensi, penulis resensi saat mengulas terlalu banyak bercerita dan bertele-tele. Sehingga resensi tersebut terkesan story telling atau karya imajinasi dari peresensi. Lalu bagaimana cara meresensi buku cerita yang benar? 

Jadi kamu bisa menunjukan bagian mana yang dikomentari. Misalnya dengan menuliskan beberapa kalimat terkuat, atau bisa juga menunjukan halaman keberapa yang akan kamu komentari. Cara seperti ini jauh lebih menguatkan bahwa kamu benar-benar membaca buku yang sedang kamu resensi. 

4. Tidak Relevan 

Hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita adalah menuliskan hal-hal yang tidak relevan. Maka dari itu, perlu diperhatikan sekali bagaimana cara resensi yang kamu review tidak mengalami bias atau kesamaran meresensi.  Dikatakan tidak relevan pastinya tidak sesuai dengan isi buku diresensi. 

Ingat, menulis resensi buku tidak seperti halnya menulis karya ilmiah atau karya tulis. Prinsip dari meresensi buku adalah mempromosikan buku tersebut dengan mengulas dan mengkritik buku tersebut. justru subjektivitas dari presensi inilah yang harus ditonjolkan. Tentunya menonjolkan sisi keunggulannya lebih besar, dan sedikit menuliskan kekurangan dari buku yang diresensi. 

5. Penggunaan Diksi

Hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita adalah hindari kalimat yang sama persis dari buku yang diresensi. hindari penulisan kalimat dari sumber buku secara dominan.

Hal terpenting dalam meresensi buku adalah penulis menuangkan gagasan dan pikirannya sendiri. Jika menggunakan bahasa sama persis dengan buku, berarti tidak disebut dengan meresensi buku. Karena daya tarik sebuah resensi itu terletak pada kemampuan analisis dan komentar dari peresensi.

Hal yang tidak perlu dibahas dalam meresensi buku cerita adalah tidak karena keterpaksaan. Sehingga asal nulis resensi tanpa membaca buku itu sendiri. Karena hal mendasar yang penting dalam meresensi adalah membaca buku secara keseluruhan agar tahu maksud dan tujuan yang ingin penulis sampaikan.  

Semoga dengan ulasan dan pembahasan yang singkat ini bermanfaat. Meskipun sedikit, semoga memberikan pemahaman dalam meresensi buku.

Kontributor : Irukawa Elisa

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang