fbpx
flash sale toko buku deepublish

Faktor Rendahnya Minat Baca Dikalangan Mahasiswa

faktor rendahnya minat baca mahasiswa
toko buku kuliah

Faktor Rendahnya Minat Baca Dikalangan Mahasiswa – Rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Yang paling sering ditemui adalah tidak terbiasa dengan membaca. Padahal kita sering mendengar istilah membaca adalah jendela dunia. Ya, dengan membaca kita seolah-olah akan berkeliling dunia. 

Terdapat berbagai macam jenis buku yang terbit di Indonesia. Mulai dari buku pengetahuan, novel, dongeng, motivasi, travelling, dan lain sebagainya. Tiap-tiap jenis buku tersebut memiliki isi dan gaya bahasa yang berbeda-beda.

Tiap kata demi kata di dalam buku memiliki arti yang dapat mendeskripsikan suatu situasi yang dapat kita proyeksikan dalam imajinasi atau pikiran kita. Oleh karena itu melalui membaca buku kita juga bisa merasakan banyak perasaan, baik itu rasa cinta, kesedihan, amarah, motivasi, kegembiraan dan yang paling penting adalah kita juga bisa menimba ilmu seluas-luasnya.

Namun sayangnya, di jaman globalisasi ini semakin banyak orang yang meninggalkan buku. Padahal kita semakin mudah untuk mengakses buku, baik fisik maupun digital.

Minat Baca masyarakat Indonesia

Menurut Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Dari 61 negara, Indonesia menempati urutan ke-60 terkait dengan minat baca. Dikala ada banyak dan mudahnya akses membaca buku sekarang ini. Hal ini tentu menjadi sangat memprihatinkan.

Lantas, sebenarnya apa saja yang membuat rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa? Berikut ini ulasannya. 

Baca juga : Pengertian Minat Baca Dan Perlunya Gerakan Literasi Yang Memikat

Faktor Internal Penyebab Rendahnya Minat Baca di Kalangan Mahasiswa

Soeatminah (dalam Idris & Ramadani, 2015:31) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca dari faktor internal adalah sebagai berikut:

1. Pembawaan atau Bakat

Pembawaan atau bakat seseorang merupakan faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Jika kedua orang tuanya senang membaca buku akan kemungkinan sifat tersebut akan menurunkan pada anaknya.

Apabila anak tersebut sudah memiliki rasa senang untuk membaca, berarti dia sudah memiliki kesadaran akan pentingnya membaca buku. Selain itu pembawaan atau bakat seorang anak mempengaruhi rasa ketertarikan anak pada suatu bacaan.

2. Jenis Kelamin

Perbedaan minat membaca juga dipengaruhi oleh perbedaan kelain. Mungkin karena sifat kodrati, maka pria dan wanita memiliki minat dan selera yang berbeda.

3. Keadaan Kesehatan

Minat membaca seseorang akan dipengaruhi oleh keadaan kesehatannya. Apabila seorang anak membaca dalam keadaan yang kurang sehat/ sakit maka gairahnya untuk membaca akan terganggu bahkan minat bacanya bisa hilang.

4. Keadaan Jiwa

Faktor kejiwaan seseorang juga berpengaruh terhadap minat bacanya. Apabila seorang anak yang mempunyai minat membaca sedang dalam keadaan resah, sedih ataupun kacau fikirannya, maka gairah membacanya akan berkurang atau mungkin hilang.

5. Kebiasaan

Anak yang mempunyai kebiasaan/kegemaran membaca tentu memiliki minat terhadap buku/ bacaan, atau sebaliknya orang yang punya minat baca yang besar terhadap bacaan arena mereka telah mempunyai kebiasaan dan gemar membaca. Anak yang gemar membaca dalam satu hari akan meluangkan waktu untuk membaca lebih banyak daripada anak yang tidak suka membaca.

Faktor Eksternal Rendahnya Minat Baca Mahasiswa

Sementara untuk faktor eksternal, terdapat banyak hal yang mempengaruhi rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa.

1. Generasi Serba Instan

Jika dahulu untuk memperoleh informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google, yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan informasi yang dia cari.

Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola pikir/mindset dalam diri mahasiswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) sehingga membuat minat untuk belajar menjadi menurun.

Apalagi dalam menghadapi ujian, mahasiswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui internet.

2. Penggunaan Gadget

Perilaku manusia dari anak bayi sampai orang dewasa jika sedang makan telah berubah karena tidak bisa terlepas dari gadget, contohnya anak bayi yang tidak bisa makan kalau tayangan kartun kesukaannya tidak diputar di hadapannya dengan gadget, dan sebenarnya tidak hanya anak bayi, anak remaja dan dewasa pun banyak juga yang melakukan kegiatan makan sambil main gadget sekarang ini.

Gadget jaman sekarang ini memang multifungsi, bisa untuk menonton televisi, bisa untuk foto-foto, dan yang pastinya bisa untuk bermain games sebagai sarana hiburan. Hanya dengan satu gadget kita bisa melakukan banyak hal, sekaligus melupakan banyak hal.

3. Pengaruh Sosial Media

Sosial media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media.

Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat mahasiswa selalu ingin mengaksesnya. Sebagian mahasiswa menjadi lebih antusias dengan penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu antisipasi yang tepat agar motivasi dan minat baca anak bisa kembali tumbuh.

4. Banyaknya Hiburan (TV dan Youtube)

Selanjutnya hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat mahasiswa menjadi lebih betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi.

Belum lagi kehadiran youtube yang membuat mahasiswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.

5. Guru dan Orangtua Kurang Mendorong Kebiasaan Membaca

Faktor selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa adalah faktor guru maupun orang tua kurang memotivasi siswa untuk rajin membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata.

Maksudnya ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orang tua terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan begitu kebiasaan para guru maupun orang tua bisa dicontoh oleh anak didiknya.

6. Sarana/media Membaca yang Minim

Keberadaan sumber belajar yang masih minim (perpustakaan, taman baca dll) membuat  mahasiswa sulit untuk mengembangkan minatnya untuk membaca, karena untuk membaca sejatinya butuh sumber/media.

Oleh karena itu, keberadaan sarana  membaca (perpustakaan, taman baca) yang memadai bisa memicu munculnya semangat membaca dalam diri mahasiswa. Sayangnya tidak banyak lembaga atau tempat umum yang menyediakan fasilitas ini. 

7. Konsep Membaca yang Diajarkan Tidak Bervariasi

Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.

Jangan hanya fokus mendidik mahasiswa untuk membaca di dalam ruangan, namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak saat membaca selalu senang dan gembira. Kegiatan membaca bisa dilakukan saat sedang tamasya, piknik, bahkan kegiatan membaca bisa dikombinasikan dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.

8. Pengaruh Game

Terakhir yang bisa menjadi penyebab dari berkurang nya minat baca dari sebagian siswa/pelajar adalah keberadaan game, baik di PC, PS/Nintendo dan di android membuat mereka menjadi maniak game sehingga aktivitas membuka buku jarang dilakukan.

Baca juga : Tips Meningkatkan Minat Membaca Mahasiswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang