Pengertian Etika Penelitian: Tujuan, Kode Etik dan Prinsipnya

etika-penelitian
toko buku kuliah

Pengertian Etika Penelitian. Saat membuat suatu penelitian, kita tidak boleh melupakan etika penelitian. Ya, etika penelitian kerap menjadi pembahasan yang menarik karena menjadi ukuran baik buruknya jenis penelitian yang akan dilakukan. Olehnya itu, perlu pemahaman yang mendalam tentang etika penelitian yang sesuai dengan prinsip, kode etik, serta standar etik.

Apalagi sebagai ilmuwan kita dituntut untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Tentu dalam melakukan tugas tersebut, peneliti dituntut untuk menunjang tinggi dan menjaga perbuatan dan tindakan yang bertanggung jawab dalam penelitian.

Nah berikut ini akan kami uraikan apa saja etika penelitian yang harus kamu pahami saat akan memulai penelitian.

Pengertian Etika Penelitian

Dilansir dalam halaman Poltekkes dijelaskan bahwa etika berasal dari bahasa Yunani ”Ethos”, yaitu kebiasaan dan peraturan perilaku yang berlaku dalam masyarakat, refleksi filsafati atas moralitas masyarakat.

baca juga : Apa Itu Metodologi Penelitian?

Kode Etik Peneliti adalah acuan moral bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemanusiaan. Ini menjadi suatu bentuk pengabdian dan tanggung jawab sosial dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Etika penelitian berkaitan dengan beberapa norma, yaitu norma sopan-santun yang memperhatikan konvensi dan kebiasaan dalam tatanan di masyarakat, norma hukum mengenai pengenaan sanksi ketika terjadi pelanggaran, dan norma moral yang meliputi itikad dan kesadaran yang baik dan jujur dalam penelitian.

Dengan demikian meskipun intervensi yang dilakukan dalam penelitian tidak memiliki resiko yang dapat merugikan atau membahayakan responden, namun peneliti perlu mempertimbangkan aspek sosioetika dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan. Sehingga semua penelitian memiliki etika penelitian.

Tujuan Etika

  • Mengatur perbuatan manusia, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya
  • Membentengi manusia dari upaya melanggar disiplin/aturan yang berlaku
  • Memotivasi manusia untuk melakukan perbuatan yang benar/baik dan menghindar dari perbuatan yang salah/buruk
  • Menumbuhkan kesadaran kepada manusia akan makna perbuatannya dan konsekwensi / akibat dari apa yang telah diperbuatnya
  • Meneguhkan hak dan kewajiban seseorang dalam pergaulan sosialnya

Untuk menunjang etika penelitian, maka National Academy of Science USA (1995) telah menerbitkan panduan sebagai pegangan dalam melaksanan tugas dan tanggung jawab sebagai peneliti atau saintis.

Panduan tersebut dirumuskan menjadi 7 poin penting, diantaranya:

  1. Penelitian harus mempunyai landasan sosial. Setelah artikel diterbitkan, atau suatu penelitian dipresentasikan, para pembaca dan pendengar akan menilai hasil itu berdasarkan apa yang ereka ketahui sebelumnya dari sumber lain. Mekanisme sosial ini akan membantu membangkitkan dan mempertahankan kumpulan teknik percobaan, konvensi sosial, dan metode lain ang digunakan oleh para saintis dalam melakukan dan melaporkan penelitian.
  2. Menjadi seorang saintis dan peneliti harus bertanggung jawan dan memahami nilai-nilai dalam sains. Keinginan untuk melakukan penelitian baik adalah nilai manusiawi. Demikian juga keharusan bahwa kejujuran dan objektivitas yang baku harus tetap dipertahankan.
  3. Menghindari diri dalam keterlibatan kegiatan yang mempunyai conflict of interest atau bias kepentingan untuk mengurangi masuknya bisa ke dalam sains.
  4. Harus mendorong publikasi dan keterbukaan. Sains bukan hanya pengalaman pribadi. Namun sains adalah pengetahuan yang dibagikan berdasarkan pemahaman bersama tentang beberapa aspek dunia fisik dan sosial.
  5. Menjaga pemberian kredit yang adil dan seimbang.
  6. Menjunjung tinggi praktik kepengarangan (hanya orang-orang yang betul-betul memberikan sumbangan berarti yang pantas dituliskan sebagai pengarang)
  7. Menjaga teknik percobaan dan perlakuan atas data (untuk menjaga kesahihan hasil yang diperoleh sehingga memudahkan penerimaan hasil tersebut oleh klonsensus ilmiah).
  8. Menghindari tercela dalam sains
  9. Harus bereaksi terhada pelanggaran etika.

Prinsip Etika Penelitian

Sementara merujuk pada sumber Poltekkes menjelaskan ada beberapa poin prinsip etika penelitian yang perlu dipehatikan.

  • Menghormati harkat dan martabat manusia (Respect for human dignity). Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian.
  • Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (Respect for privacy and confidentiality). Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu.
  • Keadilan, bahwa semua subjek penelitian harus diperlakukan dengan baik, sehingga terdapat keseimbahan antara manfaat dan risiko yang dihadapi oleh subjek penelitian. Jadi harus diperhatikan risiko fisik, mental dan risiko sosial.
  • Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan. Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek.
  • Apabila intervensi penelitian berpotensi mengakibatkan cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera.

Kode Etik Penelitian

Kode pertama, Peneliti membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan, menemukan teknologi, dan menghasilkan inovasi bagi peningkatan peradaban dan kesejahteraan manusia.

Dengan demikian peneliti harus menjunjung sikap ilmiah, yaitu:

  1. Kritis yaitu pencarian kebenaran yang terbuka untuk diuji.
  2. Logis yaitu memiliki landasan berpikir yang masuk akal dan betul.
  3. Empiris yaitu memiliki bukti nyata dan absah.

Tantangan dalam pencarian kebenaran ilmiah adalah:

  1. Kejujuran untuk terbuka diuji kehandalan karya penelitiannya yang mungkin membawa kemajuan ilmu pengetahuan, menemukan teknologi, dan menghasilkan inovasi.
  2. Keterbukaan memberi semua informasi kepada orang lain untuk memberi penilaian terhadap sumbangan dan/atau penemuan imiah tanpa membatasi pada informasi yang membawa ke penilaian dalam 1 (satu) arah tertentu.

Kode kedua, Peneliti melakukan kegiatannya dalam cakupan dan batasan yang diperkenankan oleh hukum yang berlaku, bertindak dengan mendahulukan kepentingan dan keselamatan semua pihak yang terkait dengan penelitiannya, berlandaskan tujuan mulia berupa penegakan hak-hak asasi manusia dengan kebebasan-kebebasan mendasarnya.

Harus dipastikan bahwa kita tidak berkeberatan jika kita berada pada posisi sebagai responden. Dengan demikian perlu dibuat aturan seperti:

  • Peneliti bertanggung jawab untuk tidak menyimpang dari metodologi penelitian yang ada.
  • pelaksanan penelitian mengikuti metode ilmiah yang kurang lebih baku, dengan semua perangkat pembenaran metode dan pembuktian hasil yang diperoleh.

Kode ketiga, Peneliti mengelola sumber daya keilmuan dengan penuh rasa tanggung jawab, terutama dalam pemanfaatannya, dan mensyukuri nikmat anugerah tersedianya sumber daya keilmuan baginya. Peneliti berbuat untuk melaksanaan penelitian dengan asas manfaat, diantaranya:

  • Hemat dan efisien dalam penggunaan dana dan sumber daya.
  • Menjaga peralatan ilmiah dan alat bantu lain, khususnya peralatan yang mahal, tidak dapat diganti, dan butuh waktu panjang untuk pengadaan kembali agar tetap bekerja baik.
  • Menjaga jalannya percobaan dari kecelakaan bahan dan gangguan lingkungan karena penyalahgunaan bahan yang berbahaya yang dapat merugikan kepentingan umum dan lingkungan.

Baca juga : 38 Contoh Motto Skripsi Penuh Makna Cocok Untuk Mahasiswa

Penutup

Apakah kamu masih bingung tentang etika penelitian? Yang perlu diingat, etika merupakan aturan yang dipegang oleh peneliti dalam melakukan riset dan oleh karenanya para peneliti harus mengetahui dan paham tentang etika ini sebelum melakukan penelitian.

Untuk itu sebelum penelitian dilakukan, perlu mendapatkan etical clearence dari lembaga etik yang dapat dipercaya. Pada saat penelitian akan dilaksanakan, maka peneliti harus memberikan Informed Consent kepada responden, untuk mendapatkan persetujuan setelah penjelasan.

Baca juga artikel terkait “Etika Penelitian” :

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang