VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

Contoh Hipotesis Deskriptif : Pengertian, Rumus dan Pengujian

contoh-hipostesis-deskriptif
toko buku kuliah

Contoh hipotesis deskriptif – Dalam membuat suatu penelitian, hipotesis digunakan sebagai suatu gagasan untuk menjelaskan hasil penelitian tersebut. Di dalam ilmu pengetahuan, hipotesis sendiri merupakan suatu gagasan atau penjelasan yang nantinya bisa kamu gunakan untuk eksperimen dan juga studi. Semenetara di luar ilmu pengetahuan alam, dugaan ataupun teori juga dapat disebut sebagai hipotesis. 

Supaya lebih jelas apa itu contoh hipotesis deskripsi dan apa saja kegunaannya, baca artikel ini sampai ya!

Pengertian Hipotesis Deskriptif 

Terdapat tiga macam hipotesis dalam penelitian, antara lain yakni hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, dan hipotesis asosiatif. Namun pada artikel ini kita hanya akan mengulas apa itu hipotesis deskriptif secara mendalam. 

Hipotesis deskripstif menurut para ahli antara lain: 

  • Menurut ugiyono (2013:10), hipotesis deskriptif merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berkenaan denganvariabel mandiri baik satu variabel atau lebih.
  • Kesimpulannya pengertian hipotesis deskriptif merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara pada suatu masalah deskriptif, yakni yang memiliki hubungan dengan suatu variabel tunggal atau mandiri.
  • Untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesis deskriptif, seorang peneliti dapat dengan sengaja menciptkan suatu gejala, yakni melalui percobaan atau penelitian. Jika sebuah hipotesis telah teruji kebenarannya, maka hipotesis akan disebut teori.
  • Pengujian hipotesis deskriptif pada dasarnya merupakan proses pengujian generalisasi hasil penelitian yang didasarkan pada satu sampel. 
  • Variabel bersifat mandiri, oleh karena itu hipotesis deskriptif tidak berbentuk perbandingan ataupun hubungan dua variabel atau lebih.

Baca juga: Pengertian Hipotesis: Tujuan, Kegunaan, Jenis, Ciri dan Pengujiannya

Ciri Hipotesis Deskriptif

Dalam penulisan hipotesis deskriptif, menurut Moh. Nazir setidaknya harus ada syarat ciri-ciri hipotesis yang baik, antara lain: 

  • Harus menyatakan hubungan
  • Harus sesuai dengan fakta
  • Harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan
  • Harus dapat diuji
  • Harus sederhana
  • Harus bisa menerangkan fakta

Dengan demikian, untuk membuat sebuah hipotesis yang baik, seorang peneliti harus mempertimbangkan fakta-fakta yang relevan, masuk akal dan tidak bertentangan dengan hukum alam.

Contoh Hipotesis Deskriptif

Supaya kamu lebih memahami apa itu hipotesis deskriptif, terdapat beberapa contoh hipotesis deskriptif yang telah kami rangkum dari berbagai macam sumber. 

Contoh Hipotesis Deskriptif 1

Seseorang yang sedang meneliti Bakso Sederhana ingin mengetahui apa bakso tersebut memiliki kantungan daging tikus atau tidak. Maka dari itu, peneliti tersebutpun membuat suatu rumusan masalah, yang dijelaskan sebagai berikut:

Apakah bakso yang dijual di warung Bakso Sederhana mengandung daging tikus?

Didalam penelitian tersebut, variabel yang digunakan merupakan variabel mandiri, yakni bakso yang ada di warung Bakso Sederhana. Maka, pada hipotesis yang digunakan yaitu hipotesis deskriptif. Ada dua pilihan yang dapat dibuat oleh seorang peneliti yang sesuai dari dasar terori yang digunakan tersebut, yakni:

H0: Bakso yang ada di warung Bakso Sederhana memiliki kandungan daging tikus.

Atau

H1: Bakso yang ada di warung Bakso Sederhana tidak memiliki kandungan daging tikus.

Contoh Hipotesis Deskriptif 2

Seseorang yang sedang meneliti ingin mengetahui apakah Tahu yang dibuat di pabrik Tahu ABC mengandung bahan pengawet atau tidak.

Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti berikut: Apakah Tahu di pabrik Tahu ABC Bandung mengandung pengawet?

Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah jenis variabel tunggal, yaitu Tahu di pabrik Tahu ABC. Oleh sebab itu, hipotesis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah hipotesis deskriptif.

Ada dua pilihan yang bisa dibuat peneliti sesuai dengan dasar teori yang digunakan, yakni:

H0: Tahu yang dibuat di pabrik Tahu ABC Bandung pengawet. 

Atau

H1: Tahu yang dibuat di pabrik Tahu ABC Bandung tidak mengetahui pengawet.

Contoh Hipotesis Deskriptif 3

Seseorang yang sedang meneliti ingin mengetahui bagaimana mahasiswa suka memakai flatshoes atau tidak. Peneliti mengamati di salah satu kampus swasta ataupun negeri 3 dari 5 Mahasiswi memakai flatshoes ke kampus.

Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti: Apakah Mahasiswi suka memakai flatshoes ke kampus?

Dalam penelitian ini, varibel yang digunakan yakni jenis tunggal, yaitu mahasiswa di salah satu kampus swasta. Oleh sebab itu, hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif. 

Ada dua pilihan yang bisa dibuat peneliti sesuai dengan dasar teori yang digunakan, yakni:

H0: Mahasiswi suka memakai flatshoes ke kampus.

Atau

H1: Mahasiwi tidak suka memakai flatshoes ke kampus.

Contoh Hipotesis Deskriptif 4

Seseorang yang sedang meneliti ingin mengetahui para remaja sekarang lebih memilih makanan yang mengandung kada lemak tinggi.

Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti: Apakah Para Remaja suka memilih makanan yang mengandung kadar lemak tinggi?

Dalam penelitian ini, varibel yang digunakan yakni jenis tunggal, yaitu para remaja. Oleh sebab itu, hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif.

H0 : Para Remaja suka memilih makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

Atau

H1 : Para Remaja tidak suka memilih makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

Perumusan Hipotesis Deskriptif

Terdapat rumusan yang bisa membantumu dalam menulis hipotesis deskriptif. Perumusan tersebut antara lain: 

  1. Menghitung rata-rata data
  2. Menghitung simpangan baku
  3. Menghitung nilai t-hitung (atau z hitung)
  4. Mencari nilai t tabel (atau z tabel)
  5. Menggambar kurva
  6. Meletakkan kedudukan t hitung dan t tabel dalam kurva yang telah dibuat
  7. Membuat keputusan pengujian hipotesis

Statistik Parametris

Statistika parametris yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif bila datanya interval atau rasio adalah:

1.t-test 1 sampel (bila simpangan baku populasi tidak diketahui)

2.Rumus z (bila simpangan baku populasi diketahui). Karena pada dasarnya simpangan baku setiap populasi jarang diketahui, maka rumus z jarang digunakan. 

Rumus t-tes (1 sampel)

Keterangan: 

t  = nilai t yg dihitung, disebut t hitung 

x= rata-rata 

μ0 = Nilai yang dihipotesiskan

s = simpangan baku

n = jumlah anggota sampel

Macam Pengujian Hipotesis Deskriptif

Terdapat dua macam pengujian hipotesis deskriptif yaitu:

1. Uji dua pihak (two tail test)

Uji dua pihak digunakan bila hipotesis nol (H0) berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “tidak sama dengan”.

Rumusan hipotesisnya:

H0: μ= x

Ha: μ≠ x

Kriteria pengujian:

H0 diterima jika dan harga diperoleh dari daftar distribusi t dengan peluang, sebaliknya H0 ditolak pada harga lainnya. Derajat kebebasan dk = n-1

2. Uji satu pihak (one tail test)

a. Uji pihak kanan

Uji pihak kanan digunakan apabila H0 berbunyi “sama dengan (=) dan H1 berbunyi lebih besar”. 

Kriteria pengujian:

H0 terima jika     , harga     diperoleh dari daftar distribusi student (t) dengan peluang 1-α, sebaliknya H0 ditolak pada harga lainnya.

Atau

Bila harga t hitung lebih kecil atau sama dengan (≤) harga t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

b. Uji pihak kiri

Uji pihak kiri digunakan apabila: Hipotesis nol berbunyi “sama dengan  (=)” dan hipotesis alternatifnya berbunyi “lebih kecil (<)”.

Kriteria pengujian:

H0 terima jika  t ≥ t (1-α), harga  t(1-α) diperoleh dari daftar distribusi student (t) dengan peluang 1-α, sebaliknya H0 ditolak pada harga lainnya.

Atau

Bila harga t hitung jatuh pada daerah penerimaan H0lebih besar atau sama dengan (≥) dari t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang contoh dari hipotesis deskriptif. Semoga bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang