Cara Riview Jurnal: Contoh, Tujuan dan Langkah-langkahnya

cara-riview-jurnal
toko buku kuliah
Bagikan

Langkah Penulisan Review Jurnal yang Bisa Kalian Ikuti – Kalian para mahasiswa pasti sudah tidak asing dengan review jurnal. Kegiatan ini menjadi salah satu penugasan yang cukup sering diberikan oleh dosen kepada mahasiswa sebagai penilaian untuk menguji pemahaman mereka tentang suatu artikel jurnal tertentu.

Review jurnal juga menjadi penugasan yang diberikan dosen kepada mahasiswa sebagai bahan referensi atau pendukung untuk mempelajari sebuah penelitian. Dengan mereview jurnal sumber referensi terlebih dahulu kalian pasti akan lebih mudah memahami rujukan yang akan kalian gunakan dalam penelitian.

Kegiatan me-review jurnal seringkali dianggap sepele oleh kebanyakan mahasiswa dan menyebutnya sebagai kegiatan yang mudah. Banyak di antara mahasiswa yang menyamakan kegiatan review jurnal dengan meringkas jurnal. Padahal kegiatan review jurnal tidak sekadar meringkas jurnal lho.

Review jurnal lebih memerlukan ketelitian, kejelian dan pemahaman tentang topik dalam artikel jurnal yang direview. Kalian diharuskan untuk bisa menuliskan gagasan kalian sendiri tentang apa yang kalian dapatkan dari artikel jurnal yang kalian review. 

Nah, agar tidak ada lagi kesalahan tentang penulisan review jurnal, pada artikel kali ini kalian akan mempelajari apa sih review jurnal itu? Bagaimana langkah-langkah penulisannya yang benar? Serta beberapa contoh review jurnal dari beberapa bidang studi yang bisa kalian pelajari. Simak saja langsung di bawah ini, ya.

Pengertian Review Jurnal

Sebagaimana yang dikutip dari manuscript edit, review jurnal merupakan kegiatan penilaian mengenai potensi atau limitasi serta pokok bahasan dari suatu artikel. Review jurnal memberikan kepada pembaca adanya penjelasan, investigasi, dan klarifikasi tentang pentingnya suatu artikel jurnal yang direview. 

Kegiatan mereview jurnal membutuhkan kejelian dalam membaca sehingga penulis pada akhirnya mampu menyatakan pendapat pribadinya tentang pokok bahasan yang ada pada artikel tersebut. 

Sama halnya dengan pengertian di atas, dikutip dari elsevier.com review jurnal merupakan kegiatan mengevaluasi artikel. Kegiatan evaluasi ini berarti reviewer, orang yang menulis review jurnal, harus mampu menjelaskan kualitas, kelengkapan dan akurasi penelitian pada suatu artikel. Reviewer juga harus bisa memberikan komentar, memberikan saran dan rekomendasi kepada pembaca tentang artikel yang direview.

Baca juga : Cara Mereview Buku Yang Baik dan Berkualitas

Tujuan Review Jurnal

Mengingat kegiatannya yang sangat penting, review jurnal menjadi kegiatan yang tidak seharusnya dianggap sepele dengan menganggapnya sekadar kegiatan meringkas jurnal. Bagaimana pun review jurnal merupakan salah satu kegiatan yang tujuannya sangat membantu orang-orang khususnya di bidang akademik untuk lebih memahami penelitian dari suatu jurnal. 

Selain untuk lebih memahami jurnal, pasti kalian bertanya-tanya kan apa lagi sih pentingnya kegiatan mereview jurnal itu? Salah satu pentingnya kegiatan mereview jurnal lainnya adalah dapat memberikan kesempatan pada reviewer untuk membagikan apa yang baru saja dipelajarinya dari suatu artikel jurnal. Dengan membagikan apa yang baru saja dipelajarinya tentu akan membuatnya menjadi lebih paham dan cepat mengingat topik bahasan tersebut. 

Berikut beberapa manfaat dari pentingnya kegiatan review jurnal:

  1. Kegiatan review jurnal mampu menguji pemahaman penulis tentang topik dalam suatu artikel jurnal
  2. Hasil review jurnal dapat menjadi rujukan awal pembaca dalam penelitian yang akan dilakukannya
  3. Memungkinkan pembaca untuk melihat pandangan serta perspektif orang lain tentang topik dari suatu artikel jurnal, sehingga bisa keluar dari bias pribadi
  4. Mampu meningkatkan kemampuan tata bahasa
  5. Membantu meningkatkan pemahaman penulis tentang suatu topik penelitian.

Baca juga : Contoh Daftar Pustaka Sumber Jurnal

Cara Review Jurnal

Setelah memahami pentingya kegiatan review jurnal, kalian juga harus memahami tahapan serta langkah penulisan review jurnal. Sebelum melakukan penulisan review jurnal ada beberapa hal nih yang harus kalian perhatikan tentang jurnal yang akan kalian review, beberapa hal tersebut di antaranya adalah:

1. Periksa tujuan serta ruang lingkup artikel jurnal yang akan direview. 

Sebelum melakukan penulisan review jurnal, kalian tentunya harus memilih terlebih dahulu jurnal yang akan kalian review bukan? Nah, dalam melakukan pemilihan jurnal kalian harus terlebih dahulu mengetahui tujuan juga ruang lingkup jurnal yang akan kalian pilih. Hal ini tentunya akan membantu kalian agar tidak salah memilih jurnal yang ternyata tidak sesuai dengan bidang studi kalian.

2. Pilih jurnal yang relevan.

Untuk jurnal yang nantinya akan kalian gunakan sebagai sumber referensi atau bahan rujukan, memilih jurnal yang relevan tentunya menjadi hal yang harus diperhatikan. Jurnal yang kalian pilih tentunya harus sesuai dengan topik penelitian yang akan kalian lakukan.

3. Periksa orisinalitas jurnal.

Orisinalitas jurnal atau keaslian jurnal menjadi hal penting karena mampu memberikan nilai lebih terkait kredibilitas kalian baik dalam hasil review kalian hingga sumber referensi dalam penelitian kalian nantinya. Memeriksa orisinalitas jurnal dapat kalian lakukan dengan memastikan bahwa kalian mendapatkan jurnal dari situs-situs penyedia jurnal yang terpercaya dan pastikan bahwa jurnal yang kalian review terdaftar secara resmi dan terindeks scopus. 

4. Perhatikan bagian diskusi dan kesimpulan pada jurnal.

Dengan memperhatikan bagian ini, kalian akan mendapat gambaran tentang hasil yang didapat dari penelitian pada artikel jurnal, terkait solusi, metode penelitian yang digunakan, dan lain sebagainya. Gambaran tentang hasil tentunya akan menjelaskan pada kalian seberapa baik dan sesuainya jurnal yang akan kalian pilih.

Baca juga : Cara Merangkum Buku Secara Cepat dan Efektif

Langkah-Langkah Riview Jurnal

Setelah memahami hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih jurnal. Berikut adalah tahapan penulisan review jurnal.

  1. Baca jurnal secara keseluruhan.

    Penulisan jurnal seringkali menggunakan bahasa yang cukup rumit dan sulit untuk dipahami. Oleh karenanya, penting sekali untuk bisa membaca keseluruhan jurnal secara teliti, bahkan hingga membacanya lebih dari satu kali. Sambil membaca jurnal keseluruhan kalian bisa menggaris bawahi kalimat-kalimat penting dalam jurnal yang menurut kalian termasuk pada topik bahasan utama jurnal. Ini akan sangat memudahkan kalian dalam melakukan tahap review jurnal selanjutnya.

  2. Tulis identitas jurnal.

    Identitas jurnal memuat nama penulis artikel jurnal, judul artikel jurnal, jurnal yang mempublikasi artikel tersebut, nomor volume dan nomor issue, tanggal publikasi dan jumlah halaman jurnal. Identitas jurnal ini sangat penting untuk ditulis salah satunya agar nanti dapat memudahkan penulisan dalam daftar pustaka atau sitasi. 

  3. Tulis ringkasan isi jurnal sebagai pembuka.

    Isi jurnal dapat memuat, latar belakang, tinjauan pustaka, metode penelitian, teori yang digunakan hingga hasil penelitian. Sebagai pembuka review jurnal kalian bisa menuliskan ringkasan isi jurnal dari hal-hal di atas. Tidak perlu secara lengkap menjelaskannya. Kalian cukup membuat satu sampai tiga paragraf saja tergantung dari panjangnya artikel jurnal. Biarpun singkat, ringkasan jurnal ini harus bisa menjelaskan detail tentang artikel, tujuan penulis dalam menulis artikel, serta bagaimana tujuan tersebut dicapai, dan seperti apa hasilnya. 

  4. Tulis gagasan atau pendapat pribadi tentang jurnal.

    Setelah menuliskan ringkasan isi jurnal kalian bisa memberikan gagasan atau opini pribadi kalian mengenai jurnal yang sudah kalian baca. Pada tahap ini, kalian bisa memberikan pemahaman kalian tentang artikel jurnal, saran atau rekomendasi terkait, limitasi atau keterbatasan penelitian, dan lain sebagainya. Menulis gagasan pribadi tentang jurnal juga bisa kalian lakukan dengan menuliskan kelebihan juga kekurangan artikel jurnal yang kalian review. 

  5. Tulis kesimpulan dari hasil review.

    Setelah menuliskan pendapat pribadi, tahapan selanjutnya adalah menuliskan kesimpulan dari hasil review yang kalian tulis. Kesimpulan hasil review bisa berupa pemahaman juga pendapat kalian secara garis besar tentang isi artikel jurnal yang kalian review.

  6. Periksa ulang hasil review.

    Setelah selesai menuliskan review jurnal, kalian bisa memeriksanya ulang dengan membaca kembali hasil review jurnal untuk mencari kesalahan penulisan dan kesalahan lainnya yang mungkin pernah terlewat. Memeriksa ulang hasil review jurnal juga dapat memberikan perspektif baru bagi kalian dalam melihat hasil review jurnal yang kalian buat. 

Rekomendasi Buku Jurnal

Contoh Review Jurnal

Untuk lebih memahami lebih jelasnya mengenai cara review jurnal, berikut adalah beberapa contoh review jurnal yang bisa kalian jadikan contoh. Beberapa contoh di bawah ini adalah review jurnal dengan format tabel. Format ini sebenarnya merupakan format review jurnal yang lebih ringkas dan padat karena sudah menjelaskan bagian-bagian yang direview. 

1. Jurnal Internasional

Judul ArtikelVision, innovation, and leadership in research libraries
PenulisRonald C. Jantz
Nama JurnalLibrary and Information Science Research
Tahun, halamanVolume 39, Issue 3, July 2017, Pages 234-241
Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kualitas pernyataan visi dan misi dan untuk mengetahui bagaimana pernyataan tersebut berkaitan dengan dua karakteristik organisasi: inovasi organisasi dan ukuran organisasi.
HipotesisHipotesis 1 (H1): Skor pernyataan visi untuk perpustakaan penelitian akan berkorelasi positif dengan kinerja inovasi perpustakaan.Hipotesis 2 (H2): Skor pernyataan visi untuk perpustakaan penelitian akan berkorelasi negatif dengan ukuran organisasi. 
Kerangka Pemikiran
Populasi dan SampelDari populasi perpustakaan di Amerika Serikat yang tergabung dalam Association of Research Libraries, penulis membuat sampel sebanyak 50 perpustakaan dengan cara menghubungi pustakawan universitas dan mendapatkan persetujuan tim pimpinannya untuk berpartisipasi dalam studi inovasi.
Metode Pengambilan SampelDirektur perpustakaan ini biasanya memilih 3 atau 4 anggota tim kepemimpinan untuk berpartisipasi dalam studi. Rata-rata ukuran tim adalah 3,6 anggota, termasuk pustakawan universitas. Survei online dikirim ke pustakawan universitas dan tim manajemen puncak perpustakaan untuk semua 50 perpustakaan.
Metode PenelitianPimpinan perpustakaan menanggapi pernyataan mengenai sikap mereka terhadap perubahan, lingkungan eksternal, ketangkasan, tim manajemen, struktur organisasi, grafik-demo, dan inovasi apa yang telah diadopsi oleh institusi mereka.Pendekatan terbaik untuk mengeksplorasi visi perpustakaan adalah dengan menggunakan pernyataan visi yang telah didokumentasikan (sebagai lawan dari pernyataan verbal dalam sebuah wawancara) dan memeriksa bagaimana pernyataan ini berhubungan. Mengikuti pendekatan ini, penulis ini memilih dua ahli dalam penelitian dan perpustakaan akademis yang menilai setiap pernyataan visi perpustakaan berdasarkan atribut inti yang terdiri dari pernyataan visi yang kuat: keabstrakan, singkatnya, tantangan, kejelasan, orientasi masa depan, stabilitas, dan keinginan- kemampuan atau kemampuan untuk menginspirasi.
Hasil dan BahasanHipotesis 1 (H1): Skor pernyataan visi untuk perpustakaan penelitian akan berkorelasi positif dengan kinerja inovasi perpustakaan. Korelasi Pearson dilakukan untuk menilai hubungan antara skor penilaian visi dan kinerja inovasi perpustakaan penelitian. Korelasi positif dan signifikan secara statistik pada tingkat 0,01, r (31) = 0,45, p <0,01 (dua sisi), oleh karena itu hipotesis H1 didukung. Asumsi yang mendasari hipotesis ini adalah bahwa pernyataan visi yang kuat akan menginspirasi dan memotivasi semua karyawan untuk mencari cara untuk meningkatkan layanan perpustakaan. Tinjauan pustaka memperkuat gagasan bahwa pernyataan visi yang terbentuk dengan baik mengarah pada peningkatan kinerja organisasi dan kepuasan karyawan yang lebih besar. Ini pada gilirannya dapat menyebabkan lebih banyak kreativitas karyawan dan ide-ide baru, anteseden penting dari inovasi organisasi.Hipotesis 2 (H2): Skor pernyataan visi untuk perpustakaan penelitian akan berkorelasi negatif dengan ukuran (FTE) organisasi. Di perpustakaan penelitian yang lebih besar, diharapkan pernyataan visi akan kurang terbentuk dengan baik. Korelasi dilakukan untuk menilai hubungan antara skor penilaian visi dan ukuran (FTE) perpustakaan. Korelasi tidak signifikan secara statistik dan hipotesis H2 tidak didukung.
KesimpulanPenemuan menunjukkan bahwa perpustakaan dengan pernyataan visi yang kuat, berdasarkan pada tujuh atribut visi, biasanya juga inovatif. Ada sejumlah faktor yang mungkin berperan dalam hubungan ini:Visi dan peran pemimpinGaya dan ciri pribadi pemimpin perpustakaan biasanya tertanam dalam pernyataan visi.Visi dan ukuran organisasiTerlepas dari korelasi ukuran dan skor pernyataan visi yang tidak signifikan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa organisasi yang lebih besar dan lebih kompleks disibukkan dengan masalah manajemen dan oleh karena itu menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menciptakan dan mengkomunikasikan visiVisi dan kinerja organisasi.Pernyataan visi membantu kepemimpinan perpustakaan menyeimbangkan kebutuhan jangka pendek dengan tujuan masa depan.
KeunggulanSelain memahami bagaimana komunikasi visi mempengaruhi kinerja, penelitian ini juga mencakup indikator inovasi.
KekuranganAnalisis pernyataan visi itu sendiri saja menawarkan konteks terbatas di mana sulit untuk memahami proses komunikasi dan implementasi visi. Studi ini tidak mengumpulkan data sejauh mana komunikasi di masing-masing perpustakaan.

2. Jurnal Ekonomi

Contoh Review Jurnal Ekonomi 1
Contoh Review Jurnal Ekonomi 2

Contoh Review Jurnal Ekonomi

Sumber: yuksinau.id

Belajar jualan online

3. Jurnal Manajemen

Judul ArtikelThree dimensions of effective mission implementation
PenulisCarlos Rey, Miquel Baston
Nama JurnalLong Range Planning
Tahun, halamanVolume 51, Issue 4, August 2018, Pages 580-585
Tujuan PenelitianPada penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa terdapat ‘lubang’ dalam teori misi, yang dalam praktiknya menjelaskan ketidakkonsistenan dalam pernyataan misi di banyak perusahaan karena kurangnya motivasi terkait misi. Artikel ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menganalisis hubungan antara misi perusahaan dan motivasi anggotanya.
Kerangka Pemikiran





Tinjauan PustakaTiga cara teoritis untuk memahami konsep misi;Misi sebagai pernyataan formalTugasnya adalah menjawab pertanyaan mendasar ‘Apa bisnis kita?’Misi sebagai praktik dinamisPearce (1982) menyatakan bahwa misi selain merupakan pernyataan filosofi dan ‘raison d’etre’, mengandung unsur-unsur lain seperti produk atau jasa; pasar dan teknologi; dan tujuan ketahanan, pertumbuhan dan profitabilitas.Misi sebagai motivasiDalam mendefinisikan pernyataan misi, perusahaan menawarkan motif kepada anggotanya untuk melakukan operasi dan proses untuk memenuhi tugas dan tujuan harian mereka.
KesimpulanHubungannya dengan tiga dimensi pengembangan misi yang berbeda: keaslian, integritas, dan koherensi.Bentuk konsistensi pertama adalah antara misi formal dan motivasi, yaitu kesesuaian antara apa yang dinyatakan perusahaan sebagai misinya dan apa yang benar-benar memotivasi anggotanya.Dimensi motivasi dan dimensi dinamis dari misi, yang bergantung pada tingkat kesesuaian antara apa yang benar-benar memotivasi orang dan apa yang sebenarnya mereka lakukan dalam praktik sehari-hari (operasi dan proses). Bentuk konsistensi ini memberi misi integritas.Knsistensi antara misi dinamis dan formal mendefinisikan koherensi misi, yaitu tingkat keselarasan antara apa yang dilakukan dalam praktik (misi dinamis) dan apa yang dinyatakan perusahaan sebagai misinya (misi formal).
KeunggulanPenelitian ini memperluasan teori misi, di mana tiga dimensi pengembangan misi dianalisis: formal, dinamis, dan motivasi. Atas dasar kerangka ini, tiga bentuk konsistensi misi dianggap dapat menjelaskan efektivitas implementasi misi: otentisitas, koherensi dan integritas
KekuranganModel misi holistik yang disajikan dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan dan jalur penelitian masa depan, terutama tentang bagaimana memasukkan dimensi motivasi misi ke dalam proses implementasi misi yang efektif.

4. Jurnal Psikologi

Contoh Review Jurnal Psikologi

Contoh Review Jurnal Psikologi

Sumber: cryptowi.com

5. Jurnal Kesehatan

Contoh Review Jurnal Kesehatan 1
Contoh Review Jurnal Kesehatan 2

Contoh Review Jurnal Kesehatan

Sumber: pintarnesia.com

6. Jurnal Pendidikan

contoh riview jurnal pendidikan

Jurnal Pendidikan

Contoh Review Jurnal Pendidikan

Sumber: cryptowi.com

Nah, itu tadi beberapa hal tentang penulisan Cara review jurnal. Setelah melihat contoh-contoh jurnal di atas juga langkah-langkah penulisannya, semoga kalian bisa menjadi lebih paham ya dan siap untuk mereview jurnal dan mendapatkan hasil yang baik!

Baca juga artikel terkait tentang “cara review jurnal” berikut :

Belajar jualan online
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang