Logo Baru April

Resume Jurnal: Cara Membuat dan Contoh [Panduan Mudah]

format resume jurnal
toko buku kuliah
Bagikan

Resume jurnal biasa dilakukan oleh mahasiswa sebagai tugas kuliah. Nah, ini panduan dan tutorial yang mudah untuk kamu mengenai cara membuat resume jurnal dan contoh yang bisa kamu terapkan supaya tidak kebingungan.

Apa itu Jurnal?

Jurnal merupakan salah satu tulisan atau karya yang harus dihasilkan dan diterbitkan oleh para akademisi, seperti mahasiswa, dosen, hingga peneliti. Jurnal adalah karya tulis ilmiah yang dibuat dengan orientasi akademik dan biasanya diterbitkan dalam bentuk publikasi jurnal ilmiah, yang sudah diedit dan diperiksa oleh tim yang terdiri dari penulis, editor, hingga layouter.

Sebuah karya tulis jurnal ilmiah biasanya terdiri dari 8-12 halaman, tergantung syarat dari tempat publikasi ilmiah tersebut. Hasil jurnal ilmiah yang panjang ini membuat adanya resume jurnal. Resume merupakan ikhtisar atau ringkasan, sehingga resume jurnal secara sederhana dapat diartikan sebagai ringkasan dari sebuah jurnal ilmiah.

Sama seperti membuat sebuah jurnal, membuat resume jurnal juga harus dilakukan dengan tepat dan teliti. Tujuannya tentu agar resume jurnal yang dibuat tetap berisikan inti atau hal penting dari jurnal. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui penjelasan mengenai resume jurnal, mulai dari pengertian hingga contohnya.

Baca juga: Ciri-Ciri Jurnal Internasional yang Asli

Apa Itu Resume Jurnal?

Sebelumnya, sudah dijelaskan secara singkat bahwa resume jurnal adalah ringkasan dari sebuah jurnal ilmiah. Resume jurnal merupakan ringkasan dari jurnal penelitian, yang dibuat untuk memudahkan pembaca dalam memahami sebuah jurnal penelitian. Hasil dari resume jurnal ini akan membantu pembaca untuk memahami bagian-bagian dan isi jurnal ilmiah, mulai dari metode penelitian, tujuan, hingga hasil penelitian.

Resume jurnal memiliki berbagai tujuan dan manfaat bagi pembacanya. Tujuan dan manfaat resume jurnal yang pertama adalah untuk menjelaskan isi dari sebuah jurnal, namun dalam bentuk poin-poin singkat. Meski ditulis dalam bentuk yang lebih singkat, penulisan resume jurnal tidak boleh mengubah isi dari jurnal utama yang dijadikan sumber.

Pembuatan dan penulisan resume jurnal ini akan membantu pembaca untuk dapat memahami isi sebuah jurnal dengan lebih mudah. Review dan resume itu beda yak, pahami mengenai review pada cara review jurnal.

Format Resume Jurnal

Membuat resume jurnal sebaiknya mengikuti format atau struktur resume jurnal yang ada. Resume jurnal yang dibuat dengan format atau struktur yang tepat tidak akan membuat pembaca kebingungan. Selain itu, resume jurnal yang sibuat dengan format atau struktur berikut ini akan membuat pembaca jadi mengerti dan memahami resume jurnal dan isi jurnal tersebut.

Daftar Open Reseller

Berikut ini adalah contoh atau referensi dari format resume jurnal:

1. Informasi Jurnal

Bagian pertama dari resume jurnal sebaiknya berisi tentang informasi jurnal yang akan dibuat resumenya. Informasi jurnal ini berisi tentang judul jurnal, penerbit, waktu terbit jurnal, serta penulis jurnal.

Informasi jurnal ini harus dituliskan secara lengkap, sehingga dapat membantu pembaca untuk mengetahui di mana jurnal diterbitkan, maupun penulisnya. Informasi jurnal ini akan membantu pembaca dalam mencari teks atau jurnal secara lengkap, jika dibutuhkan.

2. Latar Belakang

Bagian kedua dari resume jurnal adalah latar belakang dari jurnal yang menjadi sumber. Latar belakang ini berisi latar belakang dari penelitian, alasan penulis menulisnya, hingga dampaknya untuk pembaca.

Sebagai penulis resume jurnal, maka kita harus bisa menemukan ide pokok dari latar belakang jurnal. Hingga nantinya resume jurnal pada bagian ini bisa menjelaskan secara singkat kepada pembaca mengenai latar belakang dari jurnal.

3. Tujuan Jurnal Ditulis

Setiap penelitian memiliki tujuan, hingga penelitian dilakukan dan ditulis dalam bentuk jurnal ilmiah. Pada resume jurnal, maka tujuan penelitian harus dituliskan sesuai dengan apa yang sudah penulis tuliskan pada jurnal yang dibuatnya.

promo merdeka belanja

4. Metode Penelitian

Metode penelitian atau metodologi menjelaskan bagaimana cara penulis untuk mendapatkan data penelitian atau menuliskan hasil penelitian yang sudah dilakukan pada jurnal ilmiahnya. 

5. Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, maka penulis akan mendapatkan hasilnya dan menuliskannya dalam jurnal ilmiah yang dibuatnya. Pada bagian hasil penelitian ini, resume jurnal harus dituliskan sesuai dengan hasil yang ada pada teks asli, yaitu jurnal sumber.

Penulis resume jurnal dapat menuliskan ide pokok, kalimat utama, atau gagasan utama dari hasil penelitian pada jurnal.

6. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan bagian pada jurnal ilmiah yang berisi ringkasan dari hasil penelitian, yang dikaitkan dengan rumusan masalah penelitian. Pada bagian ini harus dituliskan dari bagian yang umum ke bagian yang lebih detail.

format resume jurnal
Format Resume Jurnal

Cara Membuat Resume Jurnal

Baca juga: 13 Situs Mencari Jurnal yang Kredibel

Berdasarkan pengertian dari resume jurnal, maka kita tahu bahwa resume jurnal penting dibuat dengan tepat, agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi dari jurnal penelitian. Inilah sebabnya, ada urutan dan cara untuk membuat resume jurnal yang tepat, yaitu:

1. Baca Jurnal

Hal pertama yang harus dilakukan dalam membuat resume jurnal adalah dengan membaca jurnal yang akan dibuat resumenya. Pastikan jurnal dalam keadaan lengkap, artinya jurnal terdiri dari pendahuluan, Metode penelitian, hingga kesimpulan.

Jurnal yang lengkap akan membuat kita dapat memahami isi jurnal dengan lebih baik dan membuat resume jurnal dengan lengkap, mulai dari bagian pertama hingga akhir. Kita juga bisa mencari tambahan sumber, misalnya kamus atau jurnal lain yang terkait. Fungsinya adalah membantu kita dalam memahami isi dari jurnal, jika ada istilah yang tidak dipahami.

2. Temukan dan Tulis Ide Pokok

Setelah membaca dan memahami isi jurnal yang akan dibuat menjadi resume jurnal, maka langkah berikutnya yang dilakukan adalah dengan menemukan ide pokok dari jurnal tersebut kemudian menuliskannya. Ide pokok atau gagasan utama dari jurnal ini dapat ditemukan dengan cara menentukan kalimat penting dalam jurnal.

Kalimat-kalimat penting ini biasanya adalah rangkuman dari setiap poin tulisan, misalnya poin utama yang menjadi ide pokok pada bagian metode penelitian, atau kesimpulan dari jurnal yang dibuat.

Menemukan dan menuliskan ide pokok pada resume jurnal akan membuat resume jurnal menjadi mudah dipahami secara cepat oleh pembaca.

3. Mulai Tulis Resume

Jika ide pokok atau gagasan utama dari jurnal yang akan dibuat jurnalnya sudah ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah mulai menulis resume. Dalam menulis resume jurnal, ada berbagai hal yang harus diperhatikan oleh penulis resume.

Hal pertama adalah tulis resume jurnal sesuai dengan naskah, artikel, atau jurnal asli. Ini artinya, kata-kata yang dibuat harus sesuai dan diambil dari jurnal asli sebagai sumbernya.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah tidak menambahkan pendapat atau opini pribadi yang dapat mengubah isi atau maksud utama dari jurnal yang menjadi sumber resume jurnal.

4. Baca Kembali dan Review Resume Jurnal

Setelah review jurnal selesai ditulis, langkah terakhir yang harus dilakukan adalah membaca kembali dan melakukan review terhadap resume jurnal. Melakukan dua hal ini akan membantu penulis resume jurnal untuk menemukan kesalahan atau kekurangan pada hasil dari resume jurnal.

Misalnya saja kesalahan pada isi, penggunaan kata-kata dalam jurnal, hingga tanda baca yang digunakan. Membaca kembali dan melakukan review resume jurnal ini akan membuat resume jurnal sesuai dengan jurnal sumber.

Cara Resume Jurnal
Cara Resume Jurnal

Contoh Resume Jurnal Singkat

Berikut ini adalah contoh resume jurnal yang bersumber dari Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia:

1. Informasi Jurnal

Judul Jurnal : PERGESERAN MAKNA PADA ISTILAH PENUNJUK FAUNA DI MEDIA SOSIAL TWITTER: KAJIAN SEMANTIK

Volume : Vol. 12, No. 1, Januari 2022

Tahun : 2022

Penulis : Aprilia Cipta Ningtyas, Nurfitria Difanti, Bakdal Ginanjar

2. Pendahuluan

Penelitian yang dituliskan pada jurnal ini berasal dari latar belakang adanya perubahan yang berupa pergeseran makna dari kata-kata pada bahasa yang digunakan sehari-hari. Pergeseran makna yang terjadi merupakan fenomena bahasa di mana terjadi perubahan arti dalam suatu kata.

Pembahasan mengenai pergeseran makna dalam penelitian ini diambil dari percakapan dalam media sosial Twitter, yang membahas mengenai pergeseran makna pada kata yang menandai fauna dari komentar di akun Twitter @areajulid.

Ada dua kata yang menjadi pokok pembahasan dalam jurnal yang digunakan sebagai sumber, yaitu kupu-kupu dan ular. Pada penelitian ini akan dilakukan pengelompokan terhadap masing-masing makna yang terbentuk, serta bagaimana suatu kata bisa mengalami pergeseran makna.

3. Metode

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif, berbentuk deskriptif yang tidak melibatkan perhitungan. Sehingga data yang yang didapatkan dijabarkan secara deskriptif. Sedangkan metode dan teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat.

Data yang diperoleh pada penelitian ini didapatkan dari media sosial Twitter pada rentang waktu Juli hingga September 2021 dari akun @areajulid berupa tweet yang mengandung kata kupukupu dan ular.

4. Hasil dan Pembahasan

Hasil dari penelitian ini dibagi dua, yaitu perubahan makna pada kata kupu-kupu dan perubahan makna pada kata ular.

Pada hasil pertama, yaitu perubahan makna pada kata ular diambil dari data tweet pada konteks antara ular dan Mnet. Berikut ini adalah hasilnya:

  1. Ular merupakan hewan yang kadang memiliki bisa di tubuhnya dan dikategorikan sebagai hewan yang berbahaya. Sedangkan saluran TV Mnet dianggap dapat melakukan editan palsu untuk menarik perhatian penonton, namun berbahaya bagi karir artis yang tampil. Mnet juga selalu melakukan evil editing pada artis yang melakukan pengambilan gambar, sehingga membuat Kpopers marah.
  2. Ular merupakan kata yang digunakan untuk menggambarkan saluran TV Mnet sebagai pihak yang licik, karena melakukan cara curang untuk menarik perhatian penonton.
  3. Kata ular digunakan untuk menggambarkan makna kata ‘penghasut’, untuk menggambarkan tindakan saluran TV Mnet yang bisa memberikan dampak buruk untuk artis yang tampil, juga untuk penggemar Kpop pada umumnya.
  4. Makna kata ular juga telah bergeser dan digunakan untuk menggambarkan saluran TV Mnet yang bandel.

Sedangkan pada hasil kedua, yaitu perubahan kata kupu-kupu pada penelitian ini diambil dari penggunaannya pada adegan di drama Korea berjudul Nevertheless. Berikut ini adalah hasilnya:

  1. Dari tweet berdasarkan adegan di Nevertheless, kata kupu-kupu bergeser maknanya menjadi laki-laki penggoda. Hal ini dikaitkan dengan bentuk sayap kupu-kupu yang menawan, hingga bisa menarik orang maupun hewan untuk melihatnya, sehingga harus mendekatinya.
  2. Kupu-kupu dikaitkan dengan laki-laki nakal, yang menunjukkan sifat hanya suka bermain-main dan tidak pernah mau melakukan suatu hubungan dengan serius.
  3. Kupu-kupu menjadi bentuk metafora, yaitu penggunaannya dimaksudkan untuk menggambarkan persamaan, yaitu kata na-bi dalam bahasa Korea, yang berarti kupu-kupu.
  4. Kupu-kupu juga menjadi perumpamaan orang-orang yang dianggap istimewa dalam kampanye sosial bertajuk Butterfly Project, untuk melawan keinginan menyakiti atau melukai diri sendiri.
  5. Kupu-kupu juga berhubungan dengan butterfly effect, dalam konteks cinta. Kupu-kupu menjadi istilah untuk sensasi menggelitik yang dirasakan di perut saat sedang jatuh cinta maupun saat sedang gugup.

5. Kesimpulan

Pergeseran makna yang terjadi pada fauna atau hewan kupu-kupu dan ular menunjukkan adanya suatu pola baru, yaitu kedua hewan ini tidak lagi digunakan untuk menandakan makhluk hidup, tapi menunjukkan kiasan dari pernyataan tertentu.

Pada jenis fauna ular, pergeseran makna yang terjadi yaitu asosiasi dan peyorasi: digunakan untuk menghina, menggambarkan keburukan, menggambarkan kelicikan, menggambarkan seorang penghasut, dan bandel.

Sedangkan makna baru pada hewan atau fauna kupu-kupu adalah peyorasi, asosiasi, metafora, dan ameliorasi, yaitu: memberikan label sifat buruk pada laki-laki, menggambarkan laki-laki penggoda, hingga media penyampai pesan sosial yang positif, dan menggambarkan perasaan bahagia.

(Penulis: Tyas Wening)

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul

Yusuf Abdhul Azis adalah seorang penulis dan sedang belajar digital marketing.

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

[newsletter_signup_form id=1]
Baca Juga :

Promo Merdeka Reseller
Gratis Biaya Pendaftaran

Kerja sampingan mudah dan tidak memotong waktu, omset jutaan per bulan

hanya s.d. 17 Agustus 2022