10 Langkah Cara Membuat Paper dan Contoh

cara-membuat-paper-mahasiswa
toko buku kuliah

Cara membuat paper bagi yang sudah tahu, tentu saja mudah dipraktekan. Tapi bagi yang baru akan menulis paper, tentu saja binggung dan tidak tahu apa saja yang perlu dituliskan. Lalu bagaimana memulainya.

Cara Membuat Paper

Berikut adalah beberapa tips cara membuat paper yang mungkin bisa memudahkan anda dalam memahami penulisan paper.

1. Menentukan Tema Paper

Cara membuat paper yang pertama, tentu saja Anda harus menentukan tema terlebih dahulu. Tema adalah modal awal yang harus kamu tentukan terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, tema salah satu penentu sekaligus yang mengarahkan akan dibawa kemana paper kamu.

Jika kamu merasa kesulitan menentukan paper, maka ada beberapa tips dari saya. Jadi kamu bisa membuat daftar ide sebanyak-banyaknya. Apapun yang terlintas, asal catat. Nanti kamu dapat memilih satu yang terbaik dari seluruh daftar ide.

2. Menuliskan Judul dan Menuliskan penyusun Paper

Cara membuat paper yang kedua adalah menuliskan judul, ini sudah mutlak. Tidak mungkin bukan jika paper langsung masuk ke bagian inti? Tidak lupa juga untuk menyantumkan penyusun paper tersebut, dan ini salah satu unsur yang tidak kalah penting juga.

Baca juga : Pengertian Paper: Tujuan, Sistematika, dan Macam-Macamnya

Barangkali ada yang masih binggung, bagaimana cara menuliskan judul dan menuliskan nama penulis dalam paper? Nah, berikut adalah contoh format penulisannya.

Contoh JUDUL DAN PENYUSUN PAPER:

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Ketua
Nama : Irukawa Elisa
NIM : 1230492
Anggota
Nama : Adelia Harimurti
NIM : 1230632
Judul Paper : Yogyakarta Sebagai Miniaturnya Indonesia Dalam Dunia Pendidikan

3. Membuat Abstrak

Penulisan abstrak ditulis dengan singkat padat dan jelas. Abstrak ditulis dengan satu spasi. Abstrak tidak ditulis lebih dari satu halaman. Cukup satu paragraf saja. karena penulisannya singkat cukup dengan 200 kata saja, dan menggunakan satu spasi.

Format tulisan bisa umumnya menggunakan times new roman 12 dengan format rata kanan dan rata kiri. maka abstrak ditulis memilih bahasa singkat, padat dan jelas.

Secara garis besar, abstrak berisi pendahuluan, latar belakan, pemecahan masalah, cara penelitian dan hasil yang diperoleh. Poin-poin itu semua dituliskan secara singkat saja. sedangkan secara teknisnya, abstrak ditulis tebal atau ditulis menggunakan huruf capital. Dibagian bawah abstrak, jangan lupa untuk mencantumkan kata kunci. Kata kunci bisa 3 sampai 5 kata yang dijadikan sebagai inti penulisan abstrak. Dibagian kata kunci juga ditulis menggunakan bold.

Contoh Penulisan Abstrak Paper

Tujuan penelitin ini ialah untuk memahami dinamika psikologis yang terjadi pada anak Ampiang yang memiliki disharmoni keluarga serta mencari tahu konflik yang terjadi baik dari segi eksternal maupun internal pada diri anak ampiang lalu pemaknaan dan penerimaan atas pengalamannya. hasil penelitian ialah anak ampiang merasakan dampak dari prasangka dan disharmoni keluarga yaitu perselingkuhan dan perceraian. dampak yang dirasakan berupa rasa cemas yang tidak usai dan hubungan dengan orang lain banyak mengandung prasangka. kesimpulannya ialah kecemasan dan ketakutan ditekan melalui coping behaviour dengan represi dan menyebabkan anak ampiang mengalami konflik sehingga mempengaruhi dirinya dan hubungannya dengan lingkungan sekitar. Implikasi penelitian ini dapat menggambarkan keadaan psikologi anak ampiang sehingga bisa memberikan pemahaman menyeluruh tentang konflik yang terjadi dan dapat memberikan perilaku yang tepat dalam berhubungan dengan anak ampiang.

Kata Kunci: Anak Ampiang, Disharmoni keluarga, Perselingkuhan Ibu, Autobiografi

Sari, Kusmaya. 2013. Dinamika Psikologi Anak Ampiang Dengan Disharmoni Keluarga : Sebuah Autobiografi. Jurnal ILmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol. 2 No. 1 (2013) 

4. Pendahuluan

Cara membuat paper yang tidak kalah penting adalah menuliskan bab pendahuluan. Isi dan pesan di bab pendahuluan berisi tentang deskripsi terkait permasalahan ataupun fenomena yang harus dibahas. Secara garis besar, pendahuluan memuat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Setidaknya dari beberapa poin tersebut wajib ada.

Karena contoh bab pendahuluan ini panjang dan lebar. Maka saya pun tidak memberikan contohnya. Sebenarnya kamu bisa mencari contoh lain. Bisa kamu cari di internet, di sana ada banyak contoh pendahuluan yang bisa kamu pelajari.

5. Penelitian Yang Masih Bersangkutan

Barangkali kamu masih binggung, apa sih penelitian terkait? Jadi penelitian terkait disebut juga dengan referensi. Jadi di sini sebenarnya kamu bisa melakukan pembanding atau perbandingan dari hasil penelitian yang lalu dan yang sekarang. Nah, dari melakukan perbandingan ini ada banyak hal yang bisa ditarik kesimpulan, misalnya dapat mengambil berdasarkan tempat penelitian, objek penelitiannya atau sampel penelitiannya.

6. Metodologi

Cara membuat paper yang selanjutnya adalah membuat metodologi. Metodologi dalam penulisan paper dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengumpulkan data penelitian. Adapun fungsi dari metodologi, diantarannya mencari informasi dan data yang dibutuhkan oleh peneliti. Tentu saja dari hasil akhirnya diharapkan bisa melahirkan problem solving.

Terdapat tiga pendekatan metodelogi penelitian, yaitu metodologi penelitian kuantitatif, metodologi penelitian kualitatif dan metodologi penelitian campuran atau mix method.

Baca juga : Apa Itu Metodologi Penelitian? Jenis, Contoh dan Kegunaannya

Tidak berhenti disitu saja, metodologi penelitian juga memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah penelitian survey, penelitian eksperimental, penelitian cross-sectional, penelitian longitudinal, penelitian grounded, penelitian fenomenologi, penelitian etnografi, penelitian naratif, studi kasus dan ada juga jenis penelitian komparatif. Buat kamu yang ingin mengetahui lebih dalam dari masing-masing metodologi tersebut, bisa dipelajari di pembahasan yang lain ya.

Baca juga : Perbedaan Penelitian Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif

7. Memaparkan Hasil Penelitian

Sebuah penelitian atau paper tentu saja melalui proses melakukan percobaan dan pengambilan data. Nah, dari hasil perolehan data itulah yang nantinya akan dilakukan pengujian. Terkait metode penelitian, sebenarnya ada penjabaran yang panjang. Ada pula yang membagikan cara pengambilan data dan masin banyak lagi. Fokus lagi ke hasil penelitian, jika hasil penelitian sudah diperoleh, maka barulah dilakukan pengujian, apakah bertentangan dengan teori yang sudah ada atau sebaliknya.

Baca juga : Pengertian Presentasi dan Persiapan Yang Perlu Dilakukan

8. Problem Solving

Cara membuat paper yang baik tentu saja yang menawarkan problem solving. Kita tahu, bahwasanya Negara-negara maju memimliki sumberdaya manusia yang unggul. Masyarakatnya pun memiliki kesadaran tinggi terhadap banyak hal. Nah, usut punya usut, ternyata di Negara maju sudah ada banyak sekali penelitian. Dimana dari hasil penelitian tersebut cepat diterima dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di sini kita harus memahami satu hal, bahwasanya tujuan penelitian adalah meneliti sesuatu hal yang itu menjadip roblem di masyarakat. Bukan sebaliknya, membuat penelitian dengan mengada-ada dan kemudian mengujinya. Ironisnya, tema yang diusung hanya mengambil tema-tema yang popular dan sudah banyak orang yang membahasnya. Sehingga terkesan kurang ada perubahan yang begitu berarti.

Padahal jika mengambil tema yang berbeda dan permasalahan dimasyarakat yang berbeda. akan menghasilkan solusi yang berbeda dan menemukan problem solving baru bagi masyarakat pada umumnya.

9. Membuka Saran

Penulisan saran ini juga penting ada di dalam membuat paper. Ruang saran ini sebagai evaluasi untuk penelitian selanjutnya, baik penelitian yang dilakukan oleh si peneliti ataupun bagi pembaca. Namun ada juga loh penelitian yang tidak menuliskan saran atau semacamnya. Nah, di bagian ini sebenarnya tergantung dari keputusan Anda masing-masing. Dibagian paling akhir adalah referensi yang akan dibahas di sub bab dibawah ini

10. Menyantumkan Sumber Referensi

Referensi dasar penting yang harus ada. Kehadiran referensi menunjukan bahwa penulis objektif, menghargai karya oranglain dan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap paper yang dibuat. Mungkin akan muncul pertanyaan sederhana, bagiamana jika tidak disertakan sumber referensi? Maka jawabannyapun sederhana, maka tulisan tersebut nantinya akan terkena plagiasi.

Paper yang terdeteksi plagiat, jika diikutkan dalam seminar, atau diikut lomba dan pengajuan-pengajuan yang sifatnya resmi, maka akan berdampak pada reputasi nama Anda. Misal Anda akan diblaclist dari piihak penyelenggara.
Ada juga yang sampai mencoret nama Anda dan tidak membolehkan Anda mengikuti ajang serupa. Hal-hal seperti ini tentu saja tidak ingin Anda rasakan bukan? Itu sebabnya, untuk kutipan dan referensi yang memang disadur dari karya orang lain lebih baik menyantumkan sumbernya.

Penutup

Itulah beberapa cara membuat paper yang bisa dijadikan catatan baut Anda. Barangkali masih merasa kurang yakin dan percaya diri, karena menulis paper pengalaman pertama. Maka, lawan rasa ketidakpercayaan diri tersebut. cobalah untuk memulai. Semoga ulasan ini bermanfaat, selamat berkarya. (Irukawa Elisa)

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang