Cara Membuat Kerangka Berpikir Karya Ilmiah & Buku

membuat-rangka-berpikir-karya-ilmiah
toko buku kuliah

Cara membuat kerangka berpikir sebenarnya tidak susah. Semua orang pun juga bisa melakukan. Sebelum masuk ke bagian caranya, tidak ada salahnya kita mengenal sekila apa saja tujuan dari kerangka berpikir. Diantarannya adalah, memudahkan penulis tetap fokus berjalan sesuai dengan tulisan awal. Selain itu, penulis tidak akan mengalami mandek ide di tengah jalan.

Apa itu Kerangka Berpikir?

Kerangka berfikir dalam bahasa sederhananya adalah sebuah konsep yang berisi tentang poin apa saja yang akan ditulis sesuai tema yang sudah kamu tentukan. Sedangkan dalam dunia karya ilmiah, kerangka berpikir sangat membantu penulis untuk mengetahui hubungan antara variable satu dengan faktor lainya. Termasuk juga membantu penulis untuk mengetahui faktor dalam penelitian. Selain itiu juga dapat membantu penulis untuk menentukan hipotesis juga.

Jadi buat kamu yang mengalami keluhan karena tulisan tidak bisa fokus, dan sering berhenti di tengah jalan. Kamu bisa membuat kerangka berpikir satu ini. lantas, cara membuat kerangka berpikir bagaimana? Selama ini kerangka berfikir banyak digunakan untuk penulisan karya ilmiah. Sebenarnya tidak hanya diperuntukan untuk itu saja, tetapi juga diperuntukan untuk menulis buku, menulis novel atau semacamnya. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membagi beberapa tips berdasarkan peruntukannya. Langsung saja, yuks simak pembahasannya berikut ini.

Cara Membuat Kerangka Berpikir Pada Karya Ilmiah

Ulasan pertama yang ingin saya bahas cara membuat kerangka berpikir pada karya ilmiah. Karena paling banyak yang mempraktekannya. Bahkan, hampir semua peneliti melakukan hal ini.

Menentukan variable Yang Dipilih Oleh Penulis

Menentukan variable adalah langkah awal untuk membuat kerangka berpikir. Hal ini disebabkan karena variable yang sudah ditemukan akan memudahkan dalam menentukan kelompok teori yang digunakan untuk menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis.

Nah, dalam menentukan variable, penting sekali penulis juga menentukan variable sebagaititik tolak dan nama variabelnya, karena kedepannya dapat membantu dalam menentukan teori.

Atau mungkin kamu masih binggung apa itu variable? Nah, buat kamu yang belum tahu, bisa mempelajari di buku metodologi penelitian. Karena di sana akan banyak pembahasan tentang apa itu sampel, dan apa itu variable.

Memperbanyak Membaca Buku Referensi dan Hasil Penelitian

Menentukan variable yang sudah dipilih saja tidak bisa menjadi jaminan. Ada cara lain untuk memudahkan kamu membuat kerangka, yaitu dengan membaca. Mulai itu membaca hasil penelitian, membaca buku dan membaca apapun yang sesuai dan mendukung dengan tema yang kamu ambil. Inti dari membaca di sini adalah, untuk memperkaya dan memperluas perspektif agar hasil karya ilmiah kamu lebih berbobot.

Mengemukakan Teori

Dari hasil membaca referensi, baik lewat di tesis, skripsi, buku ajar, buku referensi, prosiding dan lain-lainnya. Ada banyak poin-poin penting yang bisa kamu ambil bukan? Dimana poin tersebut yang akan memperkaya perspektif dan memancing ide untuk karya ilmiah yang akan kamu konsep bukan? Nah dipoin inilah kamu bisa mengemukan dengan cara mendeskripsikan teori atau hasil penelitiannya.

Analisis Kritis

Dari hasil di atas, kemudian dikembangkan lagi. menjadi sebuah analisis kritis yang tidak hanya membahas secara teoritis saja, tetapi juga menyantumkan hasil penelitian. Setidaknya di analisis kritis ini akan fokus pada kajian, apakah teori tersebut betul-betul sesuai dengan objek penelitian atau belum.

Melakukan komparasi dan Kesimpulan

Cara membuat kerangka berfikir selanjutnya dalah membuat komparasi dari hasil penelitian yang sudah ditemukan dengan hasil penelitian sebelum-sebelumnya. Nah, di sini kamu bisa menggunakan hasil penelitian yang menurutmu sudah sangat berkredibel. Setelah dilakukan komparasi, barulah dapat dilihat apakah ada hasil atau tidak. Hasilnya inilah yang nantinya perlu dilakukan pengambilan kesimpulan.

Sintesa Kesimpulan

Dari langkah-langkah di atas, barulah masuk ke pembuatan kerang berpikir. Salah satunya dilakukan dengan kerangka asosiatif atau kerangka komparatif.

Cara Membuat Kerangka Berpikir Pada Buku

Setelah mengetahui cara membuat kerangka berpikir di atas, kita akan masuk ke bab kedua, membuat kerangka berpikir untuk buku. Secara teknis, kerangka untuk buku lebih sempel dan lebih mudah. Karena tidak terlalu banyak aturan ilmiah. Nah, salah satu tipsnya sebagai berikut.

Menentukan Tema

Cara pertama tentu saja menentukan tema. Apapun jenis buku yang akan kamu tulis. Baik menulis buku novel, buku referensi ataupun buku motivasi. Tema sangat menentukan dan membantu kamu dalam menyelesaikan buku. Jadi cara membuat kerangka berpikir lebih cocok digunakan untuk penulisan yang sifatnya tebal (banyak) dan memiliki alur yang cukup rumit seperti penelitian ilmiah.

Maka tidak heran, jika banyak penulis yang menulis puisi, cerpen ataupu deskripsi singkat tidak memerlukan kerangka berpikir. Karena sifatnya hanya singkat, padat dan jelas. Sedangkan buku? Harus berpuluh-puluh lembar. Jika tidak membuat kerangka berpikir, tentu saja akan kehilangan arah, jika dipaksakan jadi tidak nyambung dan semacamnya.

Membuat Sub-Sub Tema

Cara membuat kerangka berpikir selanjut adalah menentukan sub-sub tema. Menentukan tema saja tidak cukup. karena tema hanya garis besar yang akan dibahas. Nah, agar selama proses penulisan kamu tidak mengalami hilang kendali dan hilang arah, maka kerangka karangan harus dibuat lebih spesifik. Salah satunya dengan menentukan sub-sub tema. Ika di dalam sub-sub tema memiliki sub lagi, tidak ada salahnya dituliskan, sekedar membantu kamu dalam menuangkan gagasan dengan baik.

Bagaimana Jika Kesulitan Mencari Sub Tema?

Akan muncul masalah baru, yaitu bagaimana jika kesulitan mencari sub tema? Ada beberapa cara yang bisa dicoba. Yaitu membaca buku yang membahas tema yang diulas. Di sana pasti ada hal-hal menarik dan penting yang akan dibahas. Jika masih binggung, sub-sub tema bisa juga lebih menekankan pada turunan makna dari tema tersebut.

Sebagai salah satu contoh, saya mengambil tema buah jeruk. Kemudian saya ingin mengembangkan tulisan tentang jeruk lebih banyak agar lebih kaya. Maka, saya membuat turunan dari buah jeruk, misal kita bisa menuliskan sub-sub tema dengan manfaat buah jeruk, kandungan buah jeruk, efeksamping terlalu makan buah jeruk, jenis-jenis jeruk, cara menanam buah jeruk, cara perawatan buah jeruk dan masih banyak lagi yang sebenarnya masih bisa kita jabarkan turunan tentang jeruk.

Membuat Bagan Pemetaan

Ada cara membuat kerangka berpikir yang modelnya seperti membuat daftar isi saja. Jika kamu tipe orang kreatif dan ingin menarik, tidak ada salahnya mengemasnya dengan membuan bagan pemetaan. Fungsi pemetaan tidak lain hanya memudahkan kamu melihat hubungan antara satu turunan dengan yang lain. Karena bagaimanapun juga, memahami tema yang akan ditulis itu hal yang paling penting.

Atau bisa juga kamu mengemasnya dengan membuat gambar. Terkait dari pengemasan, tergantung dari masing-masing selera penulis, dan tergantung dari kreativitas penulis itu sendiri. Jika kamu tipe seperti saya, yang seadannya, maka membuat dengan model membuat daftar isi sudah cukup. karena fungsi dari kerangka berpikir adalah membantu kita untuk memetakan tema dan topic apa saja yang harus dibuat.

Itulah cara membuat kerangka berpikir yang bisa kamu coba. Jika dibandingkan kerangka berpikir untuk karya ilmiah dengan kerangka berpikir untuk buku, menurut pribadi saya, lebih menyenagkan dan mudah membuat kerangka buku. Karena dari segi pengambilan data cukup menggunakan metodologi kajian literature dan hasil penelitian atau pengalaman diri sendiri sebagai penulis terhadap tema yang akan ditulis.

Sedangkan kerangka berpikir untuk karya ilmiah lebih berat. Karena dari teknis penyajian, cara pengambilan data bahkan format penulisannya harus mengikuti kode etik atau aturan ilmiah. Dengan kata lain, masih ada batasan yang harus diikuti. Sehingga kurang leluasa dalam mengeskperikan dalam bentuk tulis. Jadi penulis tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Sedangkan saat menulis buku, penulis bisa melakukan eksplorasi dan bisa menulis sesuai dengan karakter si penulis.

Kesimpulan

Sampai di sini, kamu lebih suka menulis apa nih? Boleh berbagi pengalaman di kolom komentar. Buat kamu yang baru pertamakali dan memulai membuat kerangka berpikir, bisa memulainya dari sekarang. Mungkin masih ragu untuk memulainya? Tepis rasa itu, dan memulai untuk mencoba. semoga sedikit pembahasan dan ulasan ini bermanfaat.

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang