VOUCHER DISKON DEEPUBLISH

BELAJAR DARI SEMUT YUK

BELAJAR DARI SEMUT YUK
toko buku kuliah

Sering kita tidak memperhatikan bahkan salah memperlakukan semut bila emosi menguasai diri. Padahal banyak nash-nash syar’i yang membicarakan tentang semut, mulai dari semut yang tidak boleh dibunuh / membakar satu desa semut gara-gara digigit oleh salah satu pasukan semut. Dan bahkan dalam alqur’an al Karim, ia dijadikan sebagai salah satu nama dari surat, yaitu An-Naml(semut). Tentunya ALLAH menjadikan semut secara tidak sia-sia. Namun diharapkan dari makhluk ini manusia bisa mengambil ibrah dan pelajaran dari binatang kecil ini. Berikut ini adalah sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari seekor semut, mahkluk kecil yang dengan kuasaNya menampakkan ayat-ayat kauniyahNya :

  1. Semut tidak pernah berhenti sebelum sampai ke tujuan

Binatang selalu mencari makanan sendiri setiap hari. Beda dengan manusia, terkadang kita yang sudah dewasa pun masih tergantung dengan pemberian orangtua. Semut selalu berjalan mencari makan walaupun jalannya terkadang terhambat oleh rintangan. Terkadang ada benda yang menghalangi jalannya, dia tidak akan mundur atau berhenti. Semut akan mencari alternatif lain bisa memutar, memanjat atau masuk ke dalam lubang. Kita bisa mengambil hikmah dari semut yang pantang menyerah ini. Jangan pernah berhenti berusaha sebelum mencapai tujuan. Rintangan dan hambatan semuanya bisa dilewati asalkan kita mau terus berusaha mencari solusinya. Jangan pernah menyerah.

2. Semut selalu “bertegur sapa” ketika bertemu dengan semut lainnya.

Coba kita perhatikan semut yang sedang berjalan, ketika bertemu dengan semut lainnya dia akan saling berhadapan dan menempelkan kepalanya. Sepertinya mereka sedang memberi salam dan berjabat tangan. Mereka selalu menjaga silaturahmi dengan sesamanya. Beda dengan manusia, sebagian besar kita hanya akan bertemu, bertegur sapa dan bersalaman jika ada keperluan saja. Kalo tidak ada kepentingan, tidak akan sengaja datang untuk bertamu. Bahkan terkadang jika ada sedikit masalah antara teman atau saudara, kita sudah tidak mau bertegur sapa. Pelajaran berharga dari semut kecil yang selalu menjaga persaudaraan dan keakraban. Kita bisa menjadi seperti semut dengan senantiasa bertegur sapa dengan siapapun yang kita kenal bahkan orang lain yang tidak kita kenal sekalipun. Silaturahmi membawa rezeki. Bisa jadi perkenalan kita dengan seseorang di bis kota akan memberi inspirasi untuk membuka usaha. Saat ini bertegur sapa tidak harus bertemu muka. Kita bisa saling menyapa melalui media. Chatting, facebook, blog dan yang lainnya bisa dimanfaatkan untuk menambah silaturahmi.

3. Semut selalu punya rencana jangka panjang

Semut seringkali menyimpan sebagian makanannya di “gudang”. Mereka tidak serakah dengan memakan semua makanan yang didapatkan dalam sehari. Semut terbiasa menyimpan makanan untuk persediaan jika musim hujan/dingin tiba. Jika musim hujan/dingin datang tentu mereka akan kesulitan mencari makan. Mereka lebih banyak berdiam diri di “rumah”. Tentu mereka tidak akan kelaparan karena sudah menyiapkan bahan makanan cadangan. Kita bisa meniru semut. Bukan berarti secara harfiah kita menimbun banyak stok bahan makanan. Kita harus mempersiapkan keperluan kita untuk masa depan. Bisa dengan punya tabungan, deposito atau investasi. Sekarang ini banyak sekali bentuk penyimpanan dana termasuk dalam bentuk asset seperti tanah, rumah, toko dan sebagainya. Tapi menyiapkan bekal di masa depan bukan hanya berbentuk materi lho…yang lain juga harus disiapkan seperti ilmu, mental, fisik dan lainnya. Manusia sebagai mahluk pembelajar harus bisa belajar dari siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Termasuk belajar dari binatang yang kecil mungil seperti semut ini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang