Apa Itu SKS? Ini Kepanjangan dan Yang Harus Diperhatikan saat KRS-an

apa itu sks - satuan kredit semester
toko buku kuliah

Apa Itu SKS atau Satuan Kredit Semester? Ini Kepanjangan dan Yang Harus Diperhatikan saat KRS-an – Kamu sudah menyusun KRS atau belum nih? Ketika mengisi Kartu Rencana Studi tersebut, coba sebutkan apa saja yang kamu perhatikan? Pastinya ada bagian-bagian tertentu `kan yang kamu perhatikan dengan seksama karena semestinya KRS diisi dengan penuh pertimbangan. Usahakan tidak mengisinya dengan sembarangan, ya.

KRS erat kaitannya dengan SKS. Pernah nggak kamu mendengar singkatan tersebut? Mahasiswa baru mungkin masih awam dengan SKS. Jadi, saat mengisi KRS mahasiswa perlu memperhatikan jumlah Satuan Kredit Semester yang akan diambil. Nah, apa itu SKS? Penjelasan lebih mendalam dijabarkan di bawah ini.

Apa Itu SKS? Pengertian Satuan Kredit Semester

Satuan Kredit Semester atau kerap disebut SKS ini merupakan bagian penting dalam pengisian KRS. Kamu tidak bisa mengabaikannya karena harus memastikan jumlah SKS yang kamu ambil sudah sesuai dengan batas minimal dan tidak melebihi batas maksimal. Singkatnya, Satuan Kredit Semester adalah bobot kegiatan setiap mata kuliah. 

Satuan Kredit Semester juga diartikan sebagai beban kegiatan pada mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa. Setiap mata kuliah memiliki beban atau bobot kegiatan masing-masing. Rata-rata mata kuliah memiliki 2 hingga 3 SKS. Paling umum ditemukan adalah mata kuliah dengan 3 SKS. Sangat jarang mata kuliah mempunyai 1 atau 4 SKS. 

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan 2, 3, 4 atau 6 SKS? Apa perbedaannya?

Pertanyaan-pertanyaan demikian mungkin berjubel di kepala kamu saat ini. Perlu kamu ingat adalah perbedaan keempatnya terletak pada waktu berlangsungnya mata kuliah.

Semakin tinggi SKS-nya maka waktu berlangsungnya mata kuliah tersebut semakin lama. 1 SKS berarti 50 menit kegiatan. Bila kamu mengambil mata kuliah dengan 3 SKS maka kamu akan mengikuti kegiatan pembelajaran sebanyak 150 menit.

Sebagai contoh, kamu mengambil mata kuliah Bahasa Inggris dengan 3 SKS di hari Kamis. Artinya kamu akan mengikuti kelas mata kuliah tersebut selama 150 menit. Apabila kamu mengambil mata kuliah lain di hari yang sama yakni Kimia Dasar II dengan 3 SKS maka totalnya kamu akan menghabiskan waktu 300 menit dalam sehari.

Apakah selama waktu pembelajaran tersebut mahasiswa hanya menerima materi dari dosen? Tidak ya teman-teman. Misalnya dalam mata kuliah dengan 3 SKS telah ditentukan sesi pembelajaran meliputi 50 menit tatap muka, 50 menit kegiatan akademik terstruktur, dan 50 menit kegiatan akademik mandiri. 

Lalu bagaimana dengan mata kuliah yang memiliki kegiatan praktikum? Biasanya terdapat keterangan yang menunjukkan bahwa mata kuliah tersebut memiliki kegiatan praktikum dengan jumlah 1 SKS. Contohnya mata kuliah Biologi Dasar I memiliki 3 SKS; 1 untuk praktikum dan 2 untuk pembahasan teori.

Baca juga : Apa itu UKT? Pengertian, Manfaat, Skema dan Pengelompokan

Apa Kaitannya SKS dengan KRS?

Seorang mahasiswa sarjana memiliki beban studi 144-160 Satuan Kredit Semester selama masa perkuliahan. Mahasiswa sarjana harus memenuhi beban studi tersebut agar lulus kuliah. Mahasiswa jenjang diploma, magister, dan doktoral juga memiliki beban studi tertentu yang harus diambil. Untuk mencapai minimal beban studi, kamu perlu membuat perencanaan yang tepat salah satunya melalui pengisian KRS.

Kartu Rencana Studi (KRS) memudahkan kamu untuk memilih mata kuliah dan memenuhi batas minimal Satuan Kredit Semester yang bisa diambil. Umumnya mahasiswa paling tidak mengambil 21 SKS dan paling banyak 24 SKS tiap semester kecuali nilai IP mahasiswa pada semester sebelumnya rendah sehingga ia tidak bisa mengambil jumlah SKS sesuai ketentuan tersebut.

Kamu perlu memahami tentang Satuan Kredit Semester dengan baik karena ini berhubungan dengan KRS. Saat mengisi KRS, kamu tidak bisa memilih mata kuliah tanpa memperhatikan besaran SKS-nya. Kamu perlu menghitung jumlah SKS yang didapat bila mengambil beberapa mata kuliah. Kemudian memeriksa apakah sudah sesuai atau belum dengan ketentuan minimal dan maksimal SKS yang diambil per semester. 

Peraturan Satuan Kredit Semester dalam Kebijakan Kampus Merdeka

Tahukah kamu? Kebijakan Kampus Merdeka dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, pada tahun 2020 ini. Kebijakan tersebut turut mengubah beberapa poin tentang Satuan Kredit Semester, lho

Perubahan-perubahan tersebut mencakup hal-hal di bawah ini:

1. Mahasiswa Wajib Mengambil SKS  di Program Studi Asal Selama 5 Semester

Mahasiswa sarjana harus menjalani 8 semester selama kuliah. Sebelumnya mahasiswa mengikuti pembelajaran setiap mata kuliah yang ada dalam program studinya selama 8 semester tersebut. Namun sekarang mahasiswa hanya mempunyai kewajiban 5 semester untuk mengambil SKS di program studi asal. Sisa semester dapat digunakan untuk mengambil SKS di luar program studi atau perguruan tinggi.

2. Mahasiswa Berhak Mengambil SKS di Luar Program Studi/Perguruan Tinggi Selama 3 Semester 

Bila sebelumnya mahasiswa tidak mempunyai hak untuk mengambil SKS dari luar program studi atau perguruan tinggi, kini mahasiswa diberikan pilihan untuk mengambilnya atau tidak. Kesempatan ini boleh diambil dan boleh tidak diambil oleh mahasiswa.

Kebijakan Kampus Merdeka memberikan kebebasan mahasiswa memilih SKS di luar perguruan tinggi selama 3 semester. Dalam 3 semester, mahasiswa bukan mengikuti kegiatan belajar di kelas namun melakukan kegiatan yang memiliki bobot SKS. Mahasiswa diperbolehkan melakukan kegiatan-kegiatan yang tergolong sebagai kegiatan dengan bobot SKS.

Terdapat dua tipe kegiatan yang dilakukan dalam 3 semester yaitu mengambil kegiatan di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester. Kegiatan ini setara dengan 40 SKS. Kedua, mengambil kegiatan dari program studi berbeda atau lintas jurusan selama 1 semester dengan nilai setara 20 SKS. Berbeda dengan kebijakan lama, kebijakan baru yang tertuang dalam Kampus Merdeka memberikan bobot SKS yang tinggi untuk kegiatan di luar program studi ataupun perguruan tinggi.

3. Mahasiswa Dapat Melakukan Kegiatan yang Memiliki Bobot Satuan Kredit Semester

SKS tidak lagi didefinisikan sebagai jam belajar tapi jam kegiatan mahasiswa. Sehingga terdapat beberapa kegiatan mahasiswa dapat dimasukkan ke dalam bobot SKS. Seperti penjelasan sebelumnya, mahasiswa diperkenankan mengambil kegiatan dengan setara bobot SKS tertentu selama 3 semester. 

Kegiatan-kegiatan tersebut adalah magang/praktek kerja, melakukan proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian/riset, kegiatan kemanusiaan, studi independen dan kegiatan wirausaha. Kegiatan tersebut dapat dapat diklaim memiliki bobot SKS dengan syarat wajib dibimbing oleh dosen. Selain itu kegiatan yang dilakukan di luar perguruan tinggi dapat dijalani mahasiswa selama dua semester. Jadi jika dulu pertukaran pelajar justru menghalangi kelulusan, sekarang mahasiswa tak perlu khawatir lagi karena kegiatan tersebut telah memiliki bobot SKS.

Mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan tersebut dapat memilih dalam program yang ditentukan pemerintah atau program yang disetujui oleh rektor. Mulai sekarang coba cari tahu program pemerintah atau rektor yang mengadakan berbagai kegiatan tersebut jika kamu memang ingin mengikuti kegiatan-kegiatan yang mengandung jumlah Satuan Kredit Semester tersebut.

Sudah memahami tentang apa itu SKS? Usahakan kamu selalu mencari informasi terbaru mengenai SKS ini entah melalui internet, menanyakan kepada prodi/fakultas, menanyakan kepada teman, dan menanyakan kepada dosen. Sehingga kamu dapat merencanakan studi sesuai dengan kebijakan terbaru tentang SKS, ya. 

Baca juga : Apa Itu BEM? Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tanggung Jawabnya

Pondok Djawara Deepublish
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang