Penulis

Nama Wahyono Hadi Parmono dan Ismunandar

Keterangan

Dr. H. Wahyono Hadi Parmono, M.Fr., M.Ed merupakan putra ketiga dari pasangan Bapak M. Sumarmo dan Ibu Sukarminah yang dilahirkan pada tanggal 18 Oktober 1950 di Kota Cilacap. Adik yang bungsu bernama Sri Winarti Handayani (Almarhumah sejak tanggal 20 Nopember 1961). Dua kakak lainnya adalah Mbakyu Sulasih Ning Hartati dan Kangmas Wahyudi Budi Hartono. Beliau adalah putra dari seorang Asisten Wedana (Camat) di Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Ayah beliau telah wafat pada saat beliau duduk di kelas lima Sekolah Rakyat.
Pendidikan dasar tamat pada tahun 1963 dari Sekolah Rakyat (SR) 01 Cilacap dan melanjutkan ke pendidikan menengah pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pius Cilacap, lulus tahun 1966. Pada tahun 1969 menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Loyola Semarang.
Semenjak SMP sudah sering dipinjami buku-buku tentang keislaman oleh temannya, dan pada saat yang sama pula sudah mulai belajar melaksanakan sholat, puasa serta ibadah wajib lainnya.
Setelah lulus SMA, beliau kembali ke pangkuan ibunda dan bekerja di sebuah perusahaan angkutan di Cilacap. Pada tahun yang sama, setelah 3 bulan bekerja, beliau meneruskan studi di Akademi Usaha Perikanan (AUP) Jakarta dengan kampus utama berada di Pasar Minggu-Jakarta Selatan. Ridha orang tua dan doa anak yatim dikabulkan oleh Allah Swt, ibunda beliau sangat bangga mendengarnya karena anaknya bisa sekolah dengan gratis dan dibiayai oleh negara. Selama menjalani pendidikan di kampus AUP Jakarta, beliau senantiasa rutin melaksanakan ibadah sholat tahajjud, disamping ibadah wajib tentunya, dengan memanfaatkan teras di depan kamarnya. Di kampus AUP inilah beliau banyak mengenal dan belajar Islam dari dosen Mata Kuliah Agama Islam, dan ketika berinteraksi dengan teman-teman serta lingkungan masyarakat sekitar. Dari kelas 1 hingga kelas 3 beliau menjadi taruna yang berprestasi dan aktif berorganisaasi, mulai dari jabatan Komandan Peleton hingga Ketua Senat Taruna/Komandan Batalyon. Dengan amanah jabatan tersebut, banyak ilmu dan pengalaman serta wawasan yang diperoleh yang menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan selanjutnya. Akhirnya beliau lulus pada tahun 1973 dan terpilih sebagai taruna teladan (Adhy Karya Taruna).
Sebagai lulusan teladan, beliau langsung diterima sebagai abdi negara dengan pangkat II/b. Perjalanan karir beliau bermula dari Mualim III (Third Officer), Mualim II (Second Officer) KM. Tuna I dan Mualim I (Chief Officer) KM. Tuna II. Kemudian pada tahun 1974 menjadi Co-Captain di kapal riset KM. Lemuru dari United Nations Development Programme (UNDP) dan Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian.
Setelah enam bulan menjadi Co-Captain kapal riset KM. Lemuru, memperoleh beasiswa Colombo Plan untuk melanjutkan studi di Jurusan Maritime and Fisheries, Grimsby College of Technology, England, United Kingdom. Dengan mengantongi tujuh sertifikat keterampilan yaitu Radio Telephony, Radar Simulator, Ship Captain’s Medical, Radar Observer, Fire Fighting Course, Accoustic Fish Detection and First Aid at The Sea. Alhamdulillah pada tahun 1976 beliau lulus dan berhak menyandang gelar Diploma in Fisheries Master of Fisherman (M.Fr).
Enam bulan beliau berada di bumi pertiwi sekembalinya dari England, kemudian beliau diberangkatkan ke Negeri Sakura Jepang untuk mengikuti Diklat Fishing Vessel Operation and Electronic Navigation serta memboyong kapal latih KM. Madidihang 01 hasil agreement antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Kapal ini merupakan kapal latih terbesar (multi purpose fisheries training vessel) yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan termodern saat itu. Sejak KM. Madidihang 01 sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, beliau diamanahi jabatan tertinggi di kapal sebagai Nakhoda (Captain/Master). Pada tahun 1978 kapal yang dinakhodai beliau mendapat tugas pelayaran muhibah ke negeri Sakura Jepang.
Setelah lima tahun meretas karya sebagai nakhoda kapal latih dan riset KM. Madidihang 01 yang mengarungi samudera luas, beliau mendapat amanah baru sebagai Kepala Seksi Sarana Laut AUP yang menangani kapal-kapal latih untuk taruna. Tak lama kemudian beliau mendapat tawaran beasiswa S2 ke luar negeri untuk mengambil Master of Education (M.Ed) di Sam Houston University, Texas, USA (lulus tahun 1985). Kemudian pada tahun 1986 memperoleh beasiswa untuk mengambil S3 di University of Philippine, Los Banos, Filipina.
Sejak AUP berubah menjadi Sekolah Tinggi Perikanan tahun 1993, beliau dipercaya berturut-turut sebagai Ketua Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan (TPI), kemudian menjabat sebagai Pembantu Ketua I (bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat), hingga Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta berdasarkan SK Nomor: KEP.22/MEN/2001, tanggal 2 April 2001. Alhamdulillah pada tahun 2002, beliau bersama istri memenuhi panggilan Allah Swt untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah al mukarramah dan Madinah al munawwarah.
Pada tahun 2003, beliau mendapat amanah baru sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Satu tahun kemudian diamanahi sebagai Sekretaris Ditjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan berdasarkan SK Nomor: KEP.04/MEN-KP/KP.430/2004. Selanjutnya mendapat amanah sebagai Kepala Biro Kepegawaian Departemen Kelautan dan Perikanan berdasarkan SK Nomor: KEP/MEN-KP/KP.430/2005. Perjuangan beliau tidak berhenti sampai di sini, pada tahun 2006 beliau mendapat amanah baru sebagai Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan DKP berdasarkan SK Nomor: KEP.03/MEN-KP/KP.430/2006 yang fokus pada pengembangan SDM kelautan dan perikanan yang bertaraf nasional maupun internasional, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004. Kemudian pada tahun 2007 mendapat amanah yang baru sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan berdasarkan SK Nomor: KEP.01/MEN-KP/KP.430/2007.
Beliau adalah seorang anak bangsa yang patut dan senantiasa bersyukur atas segala limpahan nikmat dan karunia Allah Swt, beliau memiliki motto yang senantiasa dipegang dalam hidupnya “I will do the best for my family, organization and my country”. Pada tahun 2007, beliau bersama istri berkesempatan melaksanakan ibadah Umrah ke tanah suci. Saat ini beliau dikarunia seorang istri yang bernama Hj. Enny Purwani, dan dikarunia tiga orang anak yaitu Herlin Wahyuningsih, Sari Widyaningsih dan Suryo Aji Prabowo serta telah dikarunia tiga orang cucu (Mutia Irabela Wisrima, Kirana Aulia Darwis, dan Aleandra Yusuf Musyaffa).
Saat ini beliau telah purna tugas sebagai abdi negara, namun semangat dan karya beliau terus mengalir untuk anak bangsa, beliau masih menyempatkan untuk mengajar di kampus almamater yang telah membesarkan beliau yaitu Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta sebagai dosen luar biasa. Di sela-sela waktu yang ada, beliau mengisi waktu dengan memperbanyak ibadah kepada Allah Swt seraya menulis beberapa buku, salah satunya adalah buku yang ada di tangan pembaca ini, semoga Allah Swt menjadikan buku ini bermanfaat bagi masyarakat dan juga sebagai ladang amal shalih bagi beliau, amiin.

Ismunandar, S.ST.Pi., M.Eng merupakan putra ketiga dari pasangan Bapak Teuku Ismail Didoeh dan Ibu Ainul Mardhiah yang dilahirkan pada tanggal 18 Juni 1981 di Tanjong Hagu (Pidie-Aceh). Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ditempuh pada SDN No. 1 Lampoih Saka, lulus tahun 1993. Pada tahun 1993 melanjutkan pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) No. 17 Beureunuen, lulus tahun 1996. Selama di MTsN penulis aktif di kegiatan kepramukaan dan lulus dengan prestasi ranking 1. Tahun 1996 melanjutkan pendidikan pada Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong di Banda Aceh, program studi Mesin Perikanan, lulus pada tahun 1999 dengan predikat lulusan terbaik. Kemudian melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dengan mengambil bidang studi yang sama yaitu Permesinan Perikanan. Selama kuliah aktif di berbagai organisasi diantaranya Ketua Senat Taruna/Danyon 07 STP; Ketua LKP-STP, Wakil Korwil II Himapikani, Sekretaris I dan II Senat Taruna STP; Ketua Masjid Al-Fath BLPL-STP Serang, dan lain-lain. Alhamdulillah pada tanggal 3 September 2003 lulus dengan nilai yang sangat memuaskan dan terpilih sebagai Taruna Teladan (Adhy Karya Taruna).
Sejak kecil penulis hidup di lingkungan islami dan hari-harinya disibukkan dengan kegiatan belajar, mengaji dan bermain bersama teman-teman serta membantu kedua orang tua. Biasanya pagi berangkat ke Sekolah, sore bermain dengan teman-teman dan membantu kedua orang tua, serta mengaji pada sore dan malam hari. Selama studi banyak mendapat support dari keluarga: Bang Haji Zainal Abidin dan Kak Dah, Kak Cut Ratna Willis dan Bang Faisal, disamping support utama dari kedua orang tua, kakak Afni dan keluarga, Bang Nadar dan keluarga serta adik2 kami Irvan dan Mimi dan keluarga besar semua yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.
Kegiatan pengajian yang pernah diikuti pada beberapa tempat/balai pengajian, diantaranya bersama: Teungku Sulaiman, Teungku Bustami, Nya’Wa Ramlah, Cek Nur, Po Bit Lampoih Pala, Po Hendon & Po Nah, Dayah Nurul Huda Caleue, serta Madrasah Diniyah Abu Daud Beureu’eh di Masjid Jami’ Baitul A’la Mujahidin-Beureuneun. Disamping itu, alhamdulillah sampai saat ini masih tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan pengajian. Beberapa pengajian yang pernah diikuti diantaranya bersama: Ustadz Winarko, S.ST dan Wahyudin, ST (Manado), Ustadz Nuriadin E. Mokoginta, S.IP (Bitung), Ustadz Muhammad Rosidi, ST (Yogyakarta), Ustadz Junef, A.Pi, Ustadz Hery Triyono, A.Pi., M.Kom, Ustadz Ridwan, A.Pi, Ustadz Hafidz Hurumat, Lc; Ustadz Dr. Ede S. Darmawan dan Ustadz Drg.Fathul Anwar (Jakarta), serta ustadz-ustadz lainnya yang telah berperan dalam membina ummat, termasuk penulis di dalamnya. Jazakumullah khairan katsiran wabaarakallahu fiikum.
Sejak 1 Desember 2003 bekerja sebagai PNS (fungsional dosen) di kementerian Kelautan dan Perikanan, yang ditempatkan di kampus Akademi Perikanan Bitung (Sulawesi Utara) lebih kurang selama sepuluh tahun. Selama bertugas di Kota Bitung, Sulawesi Utara penulis aktif di berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, diantaranya Ketua Majelis Taklim Nurul Bahar AP-Bitung dan BPPP Aertembaga, Ketua Yayasan Bitung Mandiri Berdaya, Sekretaris BTM Masjid Nurul Bahar APB, Wakil Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Islam (FKPI) Kota Bitung. Disamping itu aktif mengisi kajian-kajian keislaman dan kepemudaan baik di majelis-majelis ta’lim, kajian tasqif, baik secara langsung maupun melalui media elektronik yaitu Gita Lestari 95,5 FM Kota Bitung, Pacific TV Manado dan Rajawali TV Manado. Bersama teman-teman juga menerbitkan buletin dan berbagai tulisan untuk dibagikan kepada masyarakat, mendirikan yayasan Bitung Mandiri Berdaya yang menaungi KBIT/TKIT Al-Bidayah Kota Bitung, pengumpulan dan penyaluran ZISWAF, santunan dhuafa dan yatim, pelatihan dan kajian keislaman dan kepemudaan serta berbagai aktifitas sosial dakwah lainnya.
Setelah musibah gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias pada 26 Desember 2004, Pemerintah RI pada bulan Mei 2005 membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias untuk melakukan pembangunan kembali Aceh dan Nias setelah luluh lantak dihantam kedua musibah terdahsyat tersebut. Pada awal tahun 2006, penulis dipekerjakan selama 2 (dua) tahun pada BRR NAD-Nias hingga 31 Januari 2008, selama di BRR NAD-Nias pernah mendapat amanah sebagai: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program ADB Satker BRR-SDKP NAD Nias; PPK Perikanan Satker Pemberdayaan Ekonomi dan Pengembangan Usaha BRR Regional III; PPK Perikanan Satker Pemberdayaan Ekonomi dan Pengembangan Usaha BRR Propinsi NAD; dan Staf Senior Bidang Perikanan Tangkap dan Pengolahan Hasil Perikanan.
Setelah 10 tahun penulis berkarya di Kota Bitung Sulawesi Utara, kemudian mendapatkan mutasi tugas ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta sejak 1 Desember 2013 sebagai tenaga fungsional dosen hingga saat ini, disamping tugas utama sebagai dosen, penulis mendapat tugas tambahan sebagai Perwira di Kapal Latih dan Riset KM. Madidihang 03 serta sebagai Pembina Taruna Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta. Tahun 2008-2010 memperoleh beasiswa dari Program MST UGM dan bantuan beasiswa tugas belajar dalam Negeri dari Pusdik KP untuk mengikuti pendidikan pascasarjana di Program Sistem Teknik, Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan memperoleh gelar Master of Engineering (M.Eng)
Pada tanggal 21 Mei 2017 penulis menikah dengan Rahmi Oky Diana, S.Pi (putri Bapak Ir. Abdullah Rohman dan Ibu R. Yoesti Rudiana) dan Alhamdulillah telah dikaruniai 5 (lima) orang buah hati, yaitu: Faris Azariyallah (8 tahun); Lisanan Dzakira (6 tahun); Alika Tsabita Fatimi (4 tahun); Habibie Alkhalifi (2 tahun); dan Alyasa Meutuah (4 bulan). Penulis dapat dihubungi melalui email: [email protected]