Penulis

Nama Dede M. Sulaiman

Keterangan

Dr. Ir. Dede Manarolhuda Sulaiman, M.Sc., lahir di Singaparna pada tanggal 19 Mei 1955. Pendidikan sampai SMA dilalui di kota kelahirannya yaitu di SMA Islam Cipasung. Pada tahun 1975 melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung Jurusan Geofisika dan Meteorologi yang diselesaikan pada tahun 1981. Setelah lulus bekerja sebagai staf  eksi Hidraulika dan Muara Pantai, Subdit Hidraulika, Direktorat Penyelidikan Masalah Air (DPMA), Departemen Pekerjaan Umum, di Bandung. Pada tahun 1987 melanjutkan pendidikan S2 di Oregon State University, Corvallis, Oregon, Amerika Serikat. Gelar Master of Science (M.Sc) dalam bidang Coastal dan Marine Resources Management diraih pada tahun 1989. Sekembalinya dari tugas belajar di Amerika Serikat, penulis melanjutkan tugasnya sebagai peneliti bidang teknik pantai di Pusat Litbang Pengairan di Bandung. Pada tahun 1997 penulis ikut membidani terbentuknya Balai Rawa dan Pantai yang di kemudian hari dipecah menjadi Balai Rawa di Banjarmasin, dan Balai Pantai di Buleleng, Bali. Pada tahun 2002 sampai 2007, penulis ditugaskan sebagai Kepala Loka Penerapan Teknologi Pantai di Buleleng, Bali. Loka Pantai ini merupakan cikal bakal Balai Litbang Pantai di Bali. Pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikan S3 di Program Doktor Ilmu Teknik Sipil, Program Pasca Sarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Meskipun terdaftar di Unpar Bandung, sebagian besar penelitian dilakukan di Laboratorium Hidrologi dan Hidaraulika PAU Ilmu Teknik Universitas Gadjah Mada dan Laboratorium Hidraulika Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, Yogyakarta. Pada tahun 2014 penulis menyelesaikan Program S3 dan meraih gelar Doktor Ilmu Teknik Sipil dengan disertasi “Kajian Piling-up dan Pola Arus di Belakang Pemecah Gelombang Ambang Rendah Bercelah” dengan bimbingan Prof. Ir. R. Wahyudi Triweko, Ph.D. dan Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D. Hasil penelitian disertasi tersebut dikenal dengan PEGAR atau Pemecah Gelombang Ambang Rendah, telah banyak diterapkan di beberapa lokasi pantai yang mengalami erosi, yaitu antara lain: di Pantai Pasir Putih, Anyer, Provinsi Banten; Pantai Tanjung Kait, Tangerang; Pantai Pisangan, Karawang; Pantai-pantai di Kota Pekalongan; dan Pantai Sigandu, Batang, Jawa Tengah. Buku “PEGAR BERCELAH-Struktur Pelindung dan Penambah Lebar Pantai” ini merupakan buku ke 5 dari buku yang disusun penulis yaitu: PEGARBangunan Pemecah Gelombang Ambang Rendah (2016), Selisik Pantai (2015), Pantai Tropis Bali (2015), dan Buku Penanggulangan Erosi Pantai (2017).

Tap untuk Chat Otomatis