Penulis

Nama Cak Su, dkk.

Keterangan

PROFIL PARA PENULIS
KOMUNITAS GARIS BAWAH

CAK SU
Nama saya, Sukhanan. Teman-teman kuliah dulu memanggil saya, Cak Su. Sepertinya nama itu membawa persahabatan dan keakraban, jadinya keterusan sampai sekarang, pakai nama itu.
Saya lahir di sebuah desa yang dikelilingi tambak, desa di sisi utara Kota Pudak. Empat puluh tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 15 April 1975. Anak sulung dari lima bersaudara, dari keluarga tercinta Bapak M. Bachrun dan Ibu Suja’ah di Desa Sidomukti Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.
Saya menapaki tangga pendidikan formal Sekolah Dasar di SDN No. 21 Desa Manyarejo, melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Kecamatan Manyar. Menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di SMA Nahdlatul Ulama 1 Kabupaten Gresik pada tahun 1993, belum wisuda kelulusan, mengikuti PMDK (Penelusuran Minat Dan Bakat) IKIP Negeri Surabaya, pilihan Seni Rupa. Berbekal nilai akhir sekolah dan beberapa tes kemampuan menggambar, pengetahuan warna dan kesehatan, akhirnya lulus PMDK. Dan menjadi mahasiswa di IKIP Negeri Surabaya, Angkatan Tahun 1993 Studi Seni Rupa, Jurusan PSRK (Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan), Fakultas Bahasa dan Seni (FPBS). Lulus tahun 1998, Wisuda Priode Ke-2 Tahun 1998 di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Surabaya (IKIP Negeri Surabaya) yang sekarang menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Selain itu, saya nggasuh kaweruh alias menimba berbagai ilmu pengetahuan di pendidikan non formal, suka ngaji pindah-pindah dari musholla ke musholla di kampung, sehingga punya banyak ustadz dan punya teman dimana-mana, … hehehe. Sempat ikut Madrasah Diniyah (Madin) Al-Hidayah dan Jamaah Hadrah (Banjarian) Nibrasul Muhibbin. Pernah nyantri di Ma’had Mahasiswa Ulul Albab Surabaya, serta menjadi anggota Sie. Kerohanian Islam HMJ dan UKKI IKIP Surabaya.
Bergabung dengan pelajar lintas sekolah saat SMA dalam Sanggar Lukis ‘Pijar’, juga berbagi pengalaman bersama teman-teman perupa dalam keluarga besar ‘Kelompok Satu Kosong’ dan berpameran beberapa kali di Kota Surabaya dan Gresik. Nimbrung bareng nggosok watu di komunitas ‘Penggemar Batu Akik’. Menjadi anggota Tim Drama ‘Cangkrukan Dakwah’ hingga sekarang.
Saya menjalani pekerjaan di beberapa tempat, diantaranya: di UD. Palemindo Abadi, juga di Blueprint Offset bagian produksi, lalu di Majalah Al-Ummah bagian layout dan desain cover. Sekarang menjadi tukang desain grafis di Cafeprinta D&P.
Sedangkan pengalaman menulis dan bidang media, telah membidani lahirnya beberapa buletin remaja, diantaranya: Buletin Kharisma, Buletin Planet Gaul, dan Buletin Bebas. Membendel catatan harian tahun 1998 dalam sebuah buku ‘Catatan Kecil Mahasiswa’. Sekarang bergabung dalam komunitas penulis ‘Komunitas Garis Bawah’. Alhamdulillah.
Saat ini saya tinggal di Jl. Kenongosari Utara No. 3 Pepeplegi Waru Sidoarjo.
Email: [email protected] FB: Cak Su Saja. Twitter: @caksu000.

MUHAMMAD ANDRE HUSNARI
Muhammad Andre Husnari. Lahir Ahad, 12 Safar 1406 H / 27 Oktober 1985 di Painan, Ibu kota Kab. Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Kota teluk berpasir putih tempat bertemunya warna biru dari Samudera Hindia dengan warna hijau dari Bukit Barisan.
Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Painan, kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran. Sejak kecil suka menonton berita, baca koran, dan jalan-jalan. Setelah dewasa menaruh minat pada bidang politik, sosial, sejarah, geografi, dan budaya.
Saat kuliah aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan, baik intra dan ekstra kampus. Antara lain, menjadi Ketua Harian Masjid Raya Ibnu Sina DKM Unpad 2007-2008, Direktur Laboratorium Dakwah DKM Unpad 2008-2009, Ketua Gema Pembebasan Kab. Sumedang 2008-2012.
Menandai 10 tahun kiprahnya di dunia politik, ia mendirikan Cendekia Politika Institut pada 2014 silam. Sembari ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda pada politik. Sekarang juga tergabung pada Komunikasi Garis Bawah bersama beberapa rekan dengan latarbelakang keilmuan yang berbeda. Info lebih lengkap hub: [email protected]

SAMSUL HADI
Dipanggil oleh teman-teman sejak kecil dengan nama panggilan “Samsul” sampai sekarang tidak berubah, karena sudah diselamati bubur merah dengan kedua orang tua saya.
“Paling Tampan” dari 5 (lima) saudara perempuan saya, dan saya paling akhir.
Asal dari sebuah desa yang sejuk nan indah, tepatnya di Kajarharjo kec. Kalibaru Ba nyuwangi jawa Timur.
Kesukaan.
Kesederhanaan karena memang dari keluarga yang sangat sederhana.

ELIEK WIJAYA
Terlahir di Kediri tanggal 16 mei 1985 dari sebuah keluarga miskin di Kediri. Eliek Wijaya kecil hidup dengan penuh kesederhanaan dan kekurangan. Keadaan orang tuanya yang hidup kos dan baru punya rumah sendiri di akhir tahun 2017. Membuatnya mandiri dan tegar dalam menghadapi kerasnya hidup. Dia periang, mudah bergaul dan ketika dia berbicara dengan nada yang kasar maka akan terlihat dari kerasnya hidup yang dia jalani. Meskipun begitu dia tidak mudah tergoda oleh teman-temannya untuk ikut-ikutan gitaran di pinggir jalan, minum alkohol, mencicipi pil koplo, hingga ikut gank tawuran. Remaja ini tetap taat beribadah dan meluangkan waktu senggangnya untuk berkumpul bersama temannya bermain basket di sekolah atau diam – diam berjualan serabutan ketika karyawan PT. Gudang Garam pulang kerja.
Alhamdulillah meski begitu, dia dari sekolah dasar sampai dengan sekolah kejuruan berhasil masuk sekolah negeri. Dan selalu mendapatkan ringking sepuluh besar di kelasnya. Saat belajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kediri (STM). Dia mengisi waktu luang dengan mengikuti organisasi-organisasi sekolah. Keinginannya untuk meneruskan ke Universitas Negeri tidak bisa tercapai karena kurangnya biaya pada saat itu. Akhirnya dia memilih untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta di Sidoarjo. Dengan tekadnya ingin belajar yang masih tinggi, setahun kemudian dia kuliah di sebuah universitas swasta di Surabaya sambil terus bekerja.
Di Kota udang ini, dia menemukan teman-teman yang baik walaupun jalan untuk menemukannya ditempuh dengan lika-liku cerita. Singkat cerita, dengan teman-temanya inilah dia menemukan sebuah pengalaman yang tidak pernah dia pikir dari dulu yaitu kegiatan menulis. Dengan menulis, maka diharuskan membaca. Dengan banyak membaca maka di harapkan mampu menulis apa yang diketahuinya dari berbagai sudut pandang.
Dengan menulis ini, harapnya bisa menularkan dan menginformasikan pengalaman apa saja yang pernah dilalui. Dan yang paling diharapkan adalah keinginannya bahwa ada orang seperti dia dan dia pernah ada di dunia ini.

MOCHAMAD EFENDI
Mochamad Efendi lahir di Mojokerto, 16 Desember 1974. Dia terlahir sebagai seorang anak kebanyakan yang cenderung pendiam dan menutup diri karena tidak suka dengan pergaulan bebas diantara teman-temannya. Mereka suka merokok, pacaran dan jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas. Tidak banyak teman yang dia kenal saat dia di sekolah dasar, SMP maupun SMA. Dia tidak punya kemampuan berkomunikasi dengan baik oleh sebab itu setelah lulus dari SMA dia ingin menjadi dokter. Namun takdir menentukan lain sehingga dua kali setelah mencoba test perguruan tinggi dengan pilihan fakultas kedokteran, dia tetap gagal.
Setelah dua kali gagal dia memutuskan untuk kerja di POM bensin. Selama satu tahun terjadi pertarungan di dalam hati nuraninya antara bekerja atau melanjutkan kuliah. Pada akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena terdorong oleh keinginan untuk melanjutkan pendidikannya di samping ada sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya. Ditempat kerjanya, dia dipaksa untuk tidak jujur karena harus memainkan takaran agar mendapatkan bonus setiap harinya disamping gaji setiap bulannya.
Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil fakultas pendidikan, jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Malang. Dia berharap setelah lulus dia bisa mempunyai komunikasi yang baik serta mudah untuk mencari kerja. Setelah empat tahun kuliah dia mendapat nilai yang bagus sehingga mendapat kesempatan untuk mengajar di sana. Dia mengajar English for Specific Purposes di Universitas Muhammadiyah Malang. Di situlah dia bertemu seorang mahasiswa yang kritis yang telah mengubah pemahamannya tentang demokrasi yang selama ini dia anggap sebagai ide paripurna. Dia dipertemukan dengan seseorang yang memberinya pemahaman Islam yang benar. Sang guru ini juga telah menginspirasi dia untuk menulis di media lokal, Malang Post tentang perkembangan politik saat itu. Dia juga aktif menulis di majalah “Reform”, majalah bahasa inggris yang diterbitkan oleh LC-UMM press.
Dia menikah saat dia berumur 29 tahun yang dipertemukan oleh temannya dengan jodohnya dan dikaruniai anak perempuan setahun setelah pernikahannya, tahun 2004 dia memutuskan pindah ke Sidoarjo karena berbagai pertimbangan. Sejak itu dia tidak lagi aktif menulis. Dia Disibukkan aktivitas mengajar. Dia mengajar di MAN Bangil, SMP 2 Sedati, SDN Wadung Asih 2, SMAN Taman, IIAM (sekolah penerbangan Diploma), Primagama. Merasa kurang puas dengan kemampuan mengajarnya dia memutuskan melanjutkan pendidikannya ke UNISMA, Program Pasca Sarjana Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Setelah lulus dari pendidikannya S-2 dia mulai menulis dalam bahasa Inggris. Dia membuat buku bahasa Inggris dan Juga Bulletin Bahasa Inggris di sekolahnya, MAN Bangil.
Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan “Komunitas Garis Bawah” yang menginspirasi dia untuk terus menulis. Hanya dalam hitungan hari, dia sudah bisa menerbitkan tulisannya di media online. Dia pun termotivasi untuk terus menulis setelah bertemu dengan seorang penulis terkenal yang bernama DR. Faqih Syarif. Dia baru menyadari bahwa dia mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dalam menulis. Ada penyesalan dalam hatinya karena dia ditemukan dengan orang-orang hebat ketika dalam usianya yang sudah senja. Dia ingin tulisan-tulisannya bisa menembus media cetak nasional sehingga tulisannya bisa dibaca banyak orang dan memberikan pencerahan pada mereka tentang kebenaran Islam.

NAZWAR SYARIF
Lahir di Jakarta, 27 November 1991. Dia terlahir dalam keadaan yang tidak seperti orang normal pada umumnya, yaitu jantungnya bocor sehingga pertumbuhannya lambat dari anak-anak seusianya, di usia 1 sampai 7 bulan dia masih tergeletak di kasur belum bisa tengkurap, duduk ataupun merangkak. Lahir di sebuah keluarga yang sangat sederhana dan broken home, yang akhirnya dia terpaksa harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan adik-adiknya. Pendidikan formalnya dimulai dari SDN Mulyorejo II Surabaya (1997-2000), pada saat masa sekolah SD kelas 3 sepulangnya dari sekolah dia berjualan koran di salah satu Mall Surabaya, lalu pindah di SDN Ngampelsari 573 Candi Sidoarjo (2000-2003) pada saat SD kelas 4 sampai kelas 6 dia membantu ibunya berjualan kue dan nasi kuning sebelum berangkat sekolah, lalu saat lulus SD sekolahnya diteruskan di SMPN 1 Sedati Juanda Sidoarjo (2003-2006), dan sekolah menengahnya di SMA Darul Islam Gresik.
Lalu dia pindah ke Jawa Barat dan memulai bekerja di sebuah toko sembako daerah Purwadadi Subang, kesehariannya hanya dipakai bekerja dan bekerja tidak seperti anak remaja lainnya yang suka bergaul, nongkrong, pacaran yang hanya menghabiskan waktu remaja dengan bersenang-senang dan menggantungkan kehidupannya kepada orang tuanya dan tak lama kemudian dia pindah pekerjaan di sebuah studio foto, dia bekerja dari jam 10 pagi hingga 10 malam, dengan gaji yang pas-pasan hanya cukup untuk bayar kost dan kebutuhan makan serta hidupnya selama satu bulan. Setelah itu dia kembali lagi ke Jawa Timur dan memulai hidupnya dengan bekerja di sebuah warnet, lalu pindah kerja lagi di sebuah konter Hp, dia juga pernah bekerja ikut ayahnya sebagai pengawal di Tanjung Perak Surabaya dan tak lama kemudian karena risiko pekerjaan yang sangat membahayakan dirinya dia pindah bekerja di sebuah restoran chinese food di daerah Surabaya.
Pada saat dirinya mau menikah dia memberikan undangan pernikahan kepada kawan lama SD nya dan kawannya itu mengajaknya berhijrah, agar hidupnya lebih berkah dengan cara menerapkan Syariat Islam di dalam kehidupannya, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang suami dan seorang ayah, hingga akhirnya dia mulai bertahap melakukan perubahan pada hidupnya hingga sekarang.
Lalu dia mempersunting wanita shalihah pada saat usia 22 tahun yang bernama Ika Agus Setianingsih asal Surabaya pada tanggal 21 Agustus 2014, sekarang dia dikaruniai satu orang anak putra, Muhammad Zafran Ramadhan Al-Fatih (3 tahun). Selain kepala keluarga dia sekarang juga sebagai salah satu karyawan di Bandara Juanda Surabaya.
Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan sebuah komunitas yang dimana komunitas itu beranggotakan para penulis dari yang pemula hingga yang sudah profesional, dia mulai mencoba membuat satu karya tulisan, hingga setiap harinya dia aktif dalam membuat karya tulisan lalu setelah itu dia mencoba mengirimkan salah satu karya tulisannya di sebuah redaksi media online dan ternyata redaksi itu menerbitkan karya tulisannya, sehingga memotivasi dirinya agar terus menulis dan menulis dan sudah banyak karya tulisannya dimuat diberbagai media online lainnya, merasa memiliki potensi di dalam dirinya sehingga dia mencoba membuat kumpulan karya tulisan-tulisannya agar menembus di media cetak nasional bahkan kalau perlu internasional agar karya tulisannya dibaca banyak orang dan memberikan manfaat serta pencerahan kepada para pembacanya.

M. YUSUF
Namanya adalah Muhammad Yusuf, lahir di Jakarta, 7 september 1997, mempunyai kaka yang bernama Anisa Utami dan adik Ahmad Habibi, ia terlahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, buah hasil pernikahan Arif Surachman dan Umi Hanik. Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, panggilan akrabnya adalah Yusuf. Kepribadiannya yang berbeda dengan kaka dan adiknya adalah ciri khas dari diri nya, semua itu adalah karakter, dan berkat didikan orang tuanya. Waktu kecil ia bersekolah dasar di SDN LIMO 03, setelah lulus melanjutkan ke sekolah MTS HIDAYATUL UMAM, lalu setelah lulus dari SMP, melanjutkan lagi ke SMK AL – HIDAYAH CINERE.
Sikapnya yang pandai dalam memilih teman menjadikannya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, walaupun terkadang sifat labil menghampiri dirinya. Hingga pada puncak kelabilan dan pencarian jati dirinya, membuat awal memasuki SMK, ia sempat merasakan berpacaran. Akan tetapi semasa berpacaran ia tidak pernah melakukan apapun, entah itu pergi keluar untuk jalan-jalan, ataupun yang lainnya, hanya berpacaran via handphone saja. Ya mungkin bisa dikatakan hanyalah cinta-cintaan monyet.
Karena sebab bertentangan dengan prinsip awal yang ada di hatinya, maka ia memutuskan untuk tidak lagi berpacaran, cukup hanya 1 kali saja dan mulai berhijrah. Prinsip teguh untuk tidak berpacaran sangat kuat. Hingga sampai pada saat ini duduk di bangku akademik perkuliahan, tetap menjaga prinsip. Karena ia tahu salah satu cara untuk memuliakan seorang wanita adalah dengan tidak mengajaknya berpacaran akan tetapi mengajak untuk menyempurnakan ibadah, dalam arti ikatan halal yakni menikah.
Hingga pada akhirnya, izin yang diberikan oleh orang tua nya membuat dia memberanikan diri untuk merantau. Sebab tawaran saudaranya yang ingin membiayai dirinya untuk melanjutkan pendidikannya di salah satu Institut Surabaya.
Untuk meraih cita-cita dan keinginannya kelak, selalu membuat dirinya kuat dan terus yakin dalam menjalani lika-liku kehidupan. Serta terus mencari teman yang dapat men-support dan mengingatkan dalam hal kebaikan.
Setelah lama tinggal di Surabaya banyak pengalaman yang ia rasakan, hingga salah satunya dapat bertemu dangan teman-teman yang sholih yang selalu merangkul dalam kebaikan. Dan juga dapat kenal dengan organisasi serta komunitas yang baik. Komunitas Garis Bawah adalah salah satu komunitas yang membuat dirinya mendapatkan kembali semangat untuk menulis. Sebab kesukaannya dulu terhadap menulis dan memotivasi teman-temannya dalam media sosial membuat dia semakin terpacu dan ingin terus mencobanya lagi. Pada akhirnya saat ini dia memutuskan untuk kembali menekuni dunia menulis serta berharap tulisannya ini dapat menginspirasi bagi para pembaca.

MUHAMMAD SAFUAN
Nama saya Muhammad Safuan, lahir 21 oktober 1977 di kota yang khas dengan kripik tempenya, yaitu kota Ngawi. Saya anak ke 4 dari 5 bersaudara, dilahirkan dari seorang ibu yang bernama Hj. Lailatul miskiyah dan bapak H. Iman Nawawi. Saya jadi yatim piatu semenjak kelas 2 es em ka. Semasa sekolah saya melakukan berbagi kerja sampingan untuk nambah uang saku, mulai dari tukang ojek, tamban ban dan service sepeda motor sampai penjual mie ayam. Setelah lulus es em ka saya merantau ke Surabaya ngikut di tempat saudara.
Awalnya saya bagian pengiriman dan penagihan, lama kelamaan saya mencoba sebagai seles marketing, sambil jalan saya juga usaha ternak ayam telor, penggemukan sapi dan kambing. Kemudian ada tawaran kerjaan kepala Cabang bergerak di bidang Tour & Traivel dan saya pun mengambilnya, karena mulai awal bidang saya tehnik, dan sekarang saya memiliki usaha sendiri di bidang Mekanik Engineering sampai dengan sekarang. Saya sekarang tinggal di kota udang Sidoarjo tepatnya di desa Sruni Kec Gedangan.
Semasa remaja Masjid dulu ketemulah dengan salah satu ustad yang ngajak saya diskusi Islam, dan akhirnya saya pun ikut belajar mendalami Islam. Kemudian saya banyak ketemu dengan para ustad, dengan sabar para ustad tersebut terus membina saya terus menjadi yang lebih baik dan lebih baik lagi, semoga saya tetap Istiqomah dalam mengkaji Islam. Awalnya menulis itu berat, tetapi semua itu butuh kesungguhan dan fokus terhadap apa yang akan kita raih, dan akhirnya saya menggoreskan tulisan yang menurut saya dapat menginspirasi umat. sehingga umat dapat tercerahkan walaupun dengan bahasa saya yang agak ndeso dan ngak gaul, yang penting umat yang membacanya dapat pencerahan baru, pada akhirnya saya bergabunglah dengan Komunitas Garis Bawah yang senantiasa dibimbing dan di kawal, terima kasih cek Gu… Matur suwun juga kepada Istri dan 2 Anaku yang cantik dan yang ganteng yang selalu mendampingiku……

Tap untuk Chat Otomatis